OTOTEKNO

Mesin Hybrid Toyota Bisa Dinyalakan Manual? Ini Cara Aman Menjaganya Tetap Prima

Toyota Astra Motor melakukan kejutan di ajang GJAW 2025 dengan meluncurkan Veloz Hybrid hingga ragam promo menarik. Foto: apakabar.co.id/BS
Toyota Astra Motor melakukan kejutan di ajang GJAW 2025 dengan meluncurkan Veloz Hybrid hingga ragam promo menarik. Foto: apakabar.co.id/BS
apakabar.co.id, JAKARTA - Mobil hybrid sering dianggap sepenuhnya “otomatis”, termasuk dalam hal kerja mesin.

Padahal, dalam kondisi tertentu, terutama saat kendaraan jarang digunakan, pemilik tetap perlu memahami cara menjaga performa mesin agar tetap optimal.

Dalam penjelasan Auto2000, pemilik Hybrid EV Toyota diingatkan bahwa mesin bensin atau internal combustion engine (ICE) tetap memiliki peran penting.

Mesin ini tidak hanya membantu tenaga saat dibutuhkan, tetapi juga berfungsi mengisi baterai hybrid.

Menurut Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, kendaraan hybrid yang jarang digunakan tetap perlu dinyalakan secara berkala.

“Dengan mengaktifkan mode READY dapat menjaga sistem hybrid tetap bekerja, sekaligus memastikan aki dan sistem kelistrikan tetap dalam kondisi baik,” tutur Tara dalam pernyataannya dikutip Selasa (24/3).

Dalam praktiknya, mobil modern memang tidak lagi membutuhkan pemanasan lama sebelum digunakan.

Namun, jika mobil lebih sering terparkir di rumah, menyalakan mesin sesekali tetap dianjurkan.

Hal ini bertujuan agar aki kecil tidak kehilangan daya, serta memastikan oli dan cairan lain tetap bersirkulasi di dalam mesin.

Idealnya, mesin cukup dinyalakan dalam waktu singkat untuk penggunaan rutin, atau lebih lama jika kendaraan ditinggalkan selama beberapa hari.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan menginjak pedal gas saat mesin baru dinyalakan.

Kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena oli belum sepenuhnya melumasi seluruh komponen mesin, sehingga berpotensi meningkatkan gesekan dan mempercepat keausan.

Selain itu, pembakaran juga belum optimal, yang bisa berdampak pada konsumsi bahan bakar dan emisi.

Aspek keamanan juga tidak kalah penting. Menyalakan mesin di ruang tertutup tanpa ventilasi yang baik dapat berisiko karena gas buang, terutama karbon monoksida, tidak berbau namun sangat berbahaya. 

Karena itu, pastikan kendaraan berada di area dengan sirkulasi udara yang cukup.

Pengemudi juga dianjurkan untuk selalu memperhatikan indikator pada panel instrumen.

Jika muncul tanda peringatan, terutama yang berkaitan dengan tekanan oli atau sistem pengereman, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan di bengkel resmi.

Sementara itu, untuk kondisi tertentu, mesin hybrid Toyota juga bisa dinyalakan secara manual.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Sapta Nugraha, menjelaskan bahwa hal ini dapat dilakukan melalui maintenance mode.

“Mode ini biasanya digunakan teknisi saat melakukan perawatan, namun juga bisa dimanfaatkan pemilik kendaraan untuk memastikan mesin bensin tetap bekerja lebih lama,” jelasnya

Ia menjelaskan bahwa pada mobil hybrid, menekan tombol start belum tentu langsung mengaktifkan mesin bensin karena sistem akan menyesuaikan dengan kondisi baterai.

“Oleh karena itu, diperlukan pengaturan khusus agar mesin dapat menyala terus-menerus, terutama saat ingin memastikan proses pemanasan berjalan optimal,” tutupnya.