EKBIS
UMKM RI Berpotensi Raup Potensi Transaksi Rp10,76 Miliar di Inggris
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di London melaporkan sebanyak sembilan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia mencatatkan potensi transaksi 640,75 ribu dolar AS atau sekitar Rp10,76 miliar dalam pameran Spring Fair 2026 di Inggris.
Atdag RI London Ayu Siti Maryam mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi dari penjajakan bisnis (business matching) serta tindak lanjut pascapameran oleh Atdag di London. Menurut dia, produk-produk yang diminati pembeli Inggris antara lain, dekorasi rumah, fesyen dan gaya hidup.
"Respons positif buyer Inggris terhadap produk Indonesia, khususnya pada sektor dekorasi rumah, fesyen dan gaya hidup, menunjukkan nilai tambah pada desain, kualitas, serta prinsip keberlanjutan menjadi faktor pembeda yang kompetitif," kata Ayu dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (27/2).
Capaian pada pameran ini mencerminkan Inggris sebagai pasar potensial yang menjanjikan bagi produk-produk kreatif Indonesia.
Contohnya pada sektor tekstil, Inggris saat ini menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dengan pangsa sekitar 1,66 persen.
Posisi ini menunjukkan Inggris menyimpan peluang pertumbuhan ekspor yang signifikan. Partisipasi Indonesia pada pameran ini juga menjadi kesempatan berharga untuk menjalankan strategi promosi dan perluasan pasar ekspor para UMKM perempuan ke Inggris.
"Kami optimistis strategi promosi yang terarah, kolaborasi multipihak, dan penguatan peran UMKM perempuan mampu membawa Indonesia memperluas pangsa pasar di Inggris," kata Ayu.
Ayu menambahkan potensi transaksi akan terus ditindaklanjuti melalui pertemuan Business to Business (B2B) antara para pelaku UMKM dan para mitra potensial untuk memastikan kontrak dagang terealisasi.
Pada 2025, total perdagangan Indonesia-Inggris mencapai 2,67 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Inggris tercatat 1,6 miliar dolar aS. Sementara itu, impor Indonesia dari Inggris sebesar 1,07 miliar dolar AS.
Dengan demikian, Indonesia mencatatkan surplus sebesar 529,82 juta dolar AS. Ekspor utama Indonesia ke Inggris meliputi alas kaki, mesin dan peralatan listrik, kayu dan barang dari kayu, pakaian jadi bukan rajutan, serta mesin-mesin dan pesawat mekanik.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

