SPORT
Bogor Hornbills Pede Taklukkan Pelita Jaya di Final IBL 2026
apakabar.co.id, JAKARTA – Pelatih Bogor Hornbills, Cesar Camara Perez, mengatakan timnya tidak datang sebagai tim kejutan saat menghadapi Pelita Jaya pada laga Final Indonesia Basketball League (IBL) 2026 yang akan mulai berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jumat (19/6).
Menurutnya, keberhasilan Hornbills mencapai partai puncak bukanlah sebuah kebetulan. Sejak awal musim, tim telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan mencatat enam kemenangan beruntun, mengirim lima pemain ke ajang All-Star, serta mencatatkan finis terbaik dalam sejarah klub dengan menempati peringkat ketiga musim reguler.
"Ini bukan kejutan. Semua yang kami capai adalah hasil dari kerja keras organisasi dan para pemain. Kami mencetak sejarah dengan lolos dari perempat final untuk pertama kalinya, mengalahkan Satria Muda untuk pertama kalinya, dan sekarang mencapai final untuk pertama kalinya. Semua ini adalah konsekuensi dari pekerjaan yang telah dilakukan sepanjang musim," ujar Cesar Camara.
Hornbills memang menjadi salah satu kisah terbesar di IBL musim ini. Setelah hanya menempati papan bawah pada musim sebelumnya, mereka mampu melakukan lompatan besar hingga menjadi penantang gelar juara. Perjalanan tersebut semakin mengesankan karena mereka berhasil menyingkirkan tim-tim kuat dalam fase playoff.
Pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa salah satu kunci keberhasilan timnya adalah membangun budaya "extra effort" atau usaha ekstra. Menurutnya, Hornbills sadar tidak memiliki kedalaman talenta lokal seperti yang dimiliki sejumlah tim besar, sehingga kerja keras dan semangat juang menjadi modal utama.
"Kami tahu memberikan 100 persen saja tidak cukup. Kami harus memberikan lebih dari itu. Kami membangun budaya untuk selalu melakukan usaha ekstra dalam setiap latihan dan pertandingan," katanya.
Menghadapi Pelita Jaya, Hornbills tetap menaruh respek tinggi. Lawan mereka merupakan salah satu tim paling dominan dalam sejarah IBL dan akan menjalani final keenam secara beruntun. Nama-nama seperti Andakara Prastawa, Brandon Jawato, Agassi Goantara, hingga Vincent Rivaldi Kosasih menjadi bukti kualitas skuad yang dimiliki Pelita Jaya.
Namun, rasa hormat tersebut tidak membuat Hornbills gentar. Sang pelatih justru meminta para pemainnya memasuki final dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi.
"Saya mengatakan kepada pemain bahwa jika kami mengalahkan Solo di perempat final dan Satria Muda di semifinal, itu karena keyakinan. Untuk menghadapi Pelita Jaya, kami harus percaya bahwa kami mampu bersaing dengan mereka. Jika tidak memiliki keyakinan itu, kami tidak punya peluang," ujarnya.
Ia menilai salah satu keunggulan timnya adalah minimnya rasa takut. Sebagian besar pemain Hornbills memang belum pernah merasakan atmosfer final IBL. Meski pengalaman menjadi kekurangan, kondisi tersebut juga membuat mereka bisa bermain lebih lepas tanpa beban.
"Kurangnya pengalaman bisa menjadi hal baik dan buruk. Tapi sisi baiknya, kami tidak memiliki rasa takut. Kami siap menghadapi tantangan ini," katanya.
Hornbills sebenarnya sudah dua kali berhadapan dengan Pelita Jaya pada musim reguler dan selalu kalah. Namun kedua pertandingan berlangsung ketat. Pada pertemuan pertama mereka sempat unggul enam poin di kuarter keempat sebelum akhirnya kalah. Sementara pada laga kedua, Hornbills masih memiliki peluang menyamakan kedudukan di penguasaan bola terakhir.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi tim. Cesar Camara menilai faktor yang paling menentukan bukanlah taktik semata, melainkan kemampuan mengambil keputusan pada momen-momen krusial.
"Kami belajar banyak dari pertandingan-pertandingan itu. Pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana mengelola tekanan di menit-menit akhir, siapa yang memegang bola, dan bagaimana membuat keputusan yang tepat. Saya pikir kami berkembang dalam aspek tersebut sepanjang playoff," jelasnya.
Meski berstatus nonunggulan, Hornbills datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi dan tekad untuk kembali menorehkan sejarah. Bagi mereka, keberhasilan mencapai final sudah menjadi pencapaian besar, tetapi perjalanan belum selesai.
"Kami ingin bersaing. Kami ingin bertarung. Dan kami ingin menang. Kami tidak takut menghadapi siapa pun," tegasnya.
Final IBL 2026 pun menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Hornbills. Setelah mematahkan berbagai rekor klub sepanjang musim, mereka kini berpeluang menutup kisah luar biasa tersebut dengan gelar juara pertama dalam sejarah organisasi.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

