SPORT
Pelatih Irak Soroti Playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Dinilai Dirugikan
apakabar.co.id, JAKARTA – Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, melontarkan kritik terhadap format babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Menurutnya, sistem yang diterapkan saat ini dinilai kurang adil, terutama bagi Timnas Indonesia yang harus menghadapi jadwal sangat padat dengan waktu persiapan yang terbatas.
Arnold secara terbuka mengungkapkan bahwa mekanisme playoff seharusnya memberi ruang pemulihan dan persiapan yang lebih layak kepada setiap tim peserta. Ia menilai, dalam situasi Indonesia, kondisi tersebut jauh dari ideal.
“Jujur saja, babak playoff ini tidak adil, terutama untuk Indonesia,” ujar Arnold.
Menurut pelatih asal Australia itu, persoalan utama terletak pada waktu kedatangan para pemain yang tidak bersamaan. Indonesia disebut baru mulai berkumpul pada awal pekan, sementara skuad lengkap baru tersedia sehari setelahnya. Situasi itu membuat waktu efektif latihan menjadi sangat minim sebelum pertandingan penting dimainkan.
Arnold mencontohkan bagaimana Indonesia harus bergerak cepat mengumpulkan pemain-pemain yang tersebar di berbagai negara, terutama mereka yang bermain di kompetisi Eropa dan Asia. Perjalanan panjang serta kelelahan fisik menjadi faktor tambahan yang tidak bisa diabaikan.
“Indonesia tiba hari Senin, skuad lengkap hari Selasa, lalu Rabu sudah harus bermain. Dalam level pertandingan seperti ini, itu jelas bukan situasi ideal,” lanjutnya.
Pernyataan Arnold menjadi sorotan karena datang dari pelatih tim rival di kawasan Asia. Namun, pandangannya menunjukkan adanya perhatian terhadap keseimbangan kompetisi, terutama dalam fase krusial menuju putaran final Piala Dunia.
Dalam sepak bola modern, persiapan taktik, pemulihan fisik, hingga adaptasi kondisi lapangan menjadi elemen penting yang menentukan hasil pertandingan. Dengan waktu yang sangat terbatas, sebuah tim berpotensi tampil di bawah kapasitas terbaiknya.
Bagi Indonesia, tantangan di babak playoff memang tidak ringan. Selain menghadapi lawan-lawan tangguh, skuad Garuda juga harus berpacu dengan waktu untuk membangun chemistry dan mematangkan strategi.
Sejumlah pemain inti Indonesia diketahui menjalani musim panjang bersama klub masing-masing. Kondisi kebugaran serta perjalanan lintas negara menjadi tantangan tambahan yang harus diatasi tim pelatih.
Kritik Arnold juga bisa menjadi sinyal bagi konfederasi sepak bola Asia untuk mengevaluasi format kompetisi di masa depan. Banyak pihak menilai bahwa kualitas pertandingan akan lebih baik jika seluruh peserta memiliki waktu persiapan yang setara.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR
