EKBIS

Aset Perbankan Solo Raya Tumbuh 11,23 Persen

Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo memaparkan perkembangan kinerja perusahaan pembiayaan wilayah Solo Raya dalam kegiatan media briefing, Kamis (26/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo memaparkan perkembangan kinerja perusahaan pembiayaan wilayah Solo Raya dalam kegiatan media briefing, Kamis (26/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menilai kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Solo Raya tetap stabil secara year on year dengan profil risiko yang terjaga. 

Ketua OJK Solo, Eko Hariyanto, menjelaskan bahwa sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut. Total aset perbankan di Solo Raya tercatat meningkat 11,23 persen secara yoy menjadi Rp121,301 triliun dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp109,058 triliun.

"Sementara itu untuk Kredit/Pembiayaan perbankan mengalami penurunan sebesar 2,61 persen atau turun sebesar Rp2,76 triliun. Namun demikian, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 4,98 persen menjadi Rp102,45 triliun," ungkapnya, Kamis, (26/2).


Sedangkan untuk kinerja perusahaan pembiayaan berdasarkan data posisi September 2025. Perusahaan pembiayaan di wilayah Solo Raya mengalami peningkatan pada total piutang pembiayaan sebesar Rp 22,50 miliar. Dari Rp 5,24 triliun menjadi Rp 5,30 triliun

"Kemudian untuk data kinerja Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S) posisi bulan Desember 2025, total aset turun sebesar 4,63 % menjadi Rp 21,18 miliar secara years on years," terang Eko. 

Lalu untuk perkembangan kinerja perusahaan modal ventura. Dari data di wilayah Solo Raya posisi bulan Desember 2025. Total aset turun sebesar Rp 2,28 miliar (-6,03 persen) menjadi 35,51 miliar. 


Selain itu pembiayaan juga turun sebesar Rp 576,35 juta (-2,67 persen) menjadi Rp 21,05 juta. Laba/rugi juga ikut turun Rp 629,38 juta (0,63 persen) menjadi negatif Rp 2,13 miliar secara years on years. 

Meski demikian terdapat peningkatan pada ekuitas sebesar Rp 168,47 juta (0,63 persen) menjadi Rp 26,89 juta secara years on years.