EKBIS
CORE Ungkap Sederet Penyebab Lonjakan Harga Pangan Jelang Lebaran
apakabar.co.id, JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan, sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan harga pangan menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.
“Khususnya untuk pangan, juga perlu diperhatikan faktor yang bukan hanya disebabkan oleh kenaikan harga BBM, tapi termasuk masalah produksi dan juga distribusi,” kata Faisal di Jakarta, Senin (16/3).
Lebih lanjut, ia mengatakan, perubahan musim juga menjadi salah satu faktor penentu dari jumlah produksi dan ketersediaan beberapa komoditas pangan dalam periode menjelang libur Lebaran tahun ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi Indonesia berpotensi menghadapi fenomena iklim global El Nino pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Fenomena tersebut dikenal dapat memicu perubahan pola cuaca secara signifikan, terutama berupa peningkatan suhu udara serta penurunan curah hujan di berbagai wilayah, sehingga musim kemarau di Indonesia berpotensi berlangsung lebih panjang dan terasa lebih kering dibandingkan kondisi normal.
“Apalagi ke depan ini, kita akan masuk ke musim panas, musim paceklik, El Nino yang relatif berkepanjangan yang kemungkinan besar, itu akan mempengaruhi juga terhadap produksi (pangan), yang artinya itu akan mempengaruhi juga terhadap suplai pangan kepada konsumen,” ujarnya.
Jika hal tersebut tidak ditangani dengan baik, lanjut Faisal, bisa mendorong kepada potensi inflasi.
“Apalagi kalau kemudian juga ada faktor global. Faktor global kenaikan energi dan juga ini bisa diikuti juga dengan kenaikan harga bahan-bahan yang lain, termasuk bahan pangan,” katanya.
Dalam konteks ini, dia menilai salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah bahan pangan yang didapatkan dari impor seperti gandum hingga kedelai.
“Itu yang juga menjadi riskan dan perlu diperhatikan, karena faktor global juga mempengaruhi,” ujar Faisal.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

