EKBIS
Industri F&B Tumbuh 6,38%, Otomasi dan Teknologi Energi Kunci Efisiensi Pabrik
Industri Food & Beverage (F&B) pada tahun 2025, mencatat pertumbuhan 6,38 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen.
apakabar.co.id, JAKARTA– Industri Food & Beverage (F&B) tetap menjadi tulang punggung manufaktur nasional. Pada 2025, subsektor ini mencatat pertumbuhan 6,38 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen.
Besarnya kontribusi tersebut membuat pelaku industri semakin didorong untuk mengadopsi teknologi energi dan otomasi industri F&B guna menjaga efisiensi produksi dan daya saing.
Kebutuhan transformasi teknologi itu menjadi salah satu topik utama dalam forum Innovation Talk Surabaya yang digelar perusahaan teknologi energi Schneider Electric. Forum ini mempertemukan pelaku industri, integrator teknologi, serta pengambil keputusan untuk membahas pemanfaatan digitalisasi dan otomasi dalam sektor manufaktur.
Surabaya dipilih sebagai lokasi diskusi karena kota ini merupakan salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, terutama untuk sektor pengolahan makanan dan minuman. Jawa Timur dikenal memiliki ekosistem industri yang kuat, mulai dari produksi bahan baku, pabrik pengolahan, hingga distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan aktivitas industri yang tinggi, pabrik-pabrik F&B di kawasan ini menghadapi sejumlah tantangan, seperti peningkatan biaya energi, kebutuhan menjaga kualitas produk secara konsisten, serta tekanan untuk meningkatkan produktivitas tanpa menambah biaya operasional secara signifikan.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menjelaskan transformasi digital dan pengelolaan energi menjadi salah satu kunci bagi industri manufaktur untuk menjawab tantangan tersebut.
Menurutnya, pertumbuhan pusat-pusat industri di Indonesia kini semakin tersebar di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu motor manufaktur nasional.
"Kami ingin hadir lebih dekat dengan pelaku industri di berbagai kota, mendengarkan tantangan mereka secara langsung, dan bersama-sama merancang solusi yang relevan," ujar Martin dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (11/3).
Dalam forum tersebut, sejumlah teknologi diperkenalkan untuk mendukung pembangunan pabrik masa depan, yakni fasilitas produksi yang terhubung secara digital, berbasis data, serta lebih efisien dalam penggunaan energi.
Salah satu teknologi yang disoroti adalah Lexium Cobot, robot kolaboratif yang dirancang untuk bekerja berdampingan dengan manusia di lini produksi. Teknologi ini memungkinkan perusahaan meningkatkan efisiensi proses sekaligus menjaga fleksibilitas operasional.
Robot kolaboratif seperti Lexium Cobot dapat digunakan dalam berbagai proses produksi, mulai dari perakitan, pick-and-place, pengemasan, hingga penanganan material. Penggunaan robot yang terintegrasi dengan sistem digital juga memungkinkan perusahaan memantau proses produksi secara lebih presisi.
Sebagai ilustrasi penerapan teknologi tersebut, dalam acara ini juga ditampilkan demonstrasi "Robot Kopi" , yang menunjukkan bagaimana robot dapat berkolaborasi dengan manusia untuk membuat minuman dengan standar yang konsisten.
Sistem tersebut menggunakan EcoStruxure Cobot Expert, perangkat lunak yang memungkinkan simulasi dan pemrograman pergerakan robot dilakukan secara digital sebelum diterapkan di lingkungan produksi.
Sementara itu, Managing Director PT Intidaya Dinamika Sejati, Jonathan Kartawijaya, mengungkapkan kebutuhan transformasi digital di sektor manufaktur semakin meningkat, terutama di industri F&B yang memiliki volume produksi tinggi dan standar kualitas ketat.
Menurutnya, banyak perusahaan kini mulai mempercepat integrasi otomasi dan data produksi untuk meningkatkan visibilitas operasional pabrik.
"Dengan integrasi data dan otomasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi proses, menjaga kualitas produk, dan tetap kompetitif di tengah dinamika pasar," terang Jonathan.
Diskusi dalam Innovation Talk Surabaya juga menyoroti bahwa penerapan otomasi industri F&B dan teknologi energi tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga dengan upaya menciptakan sistem produksi yang lebih berkelanjutan.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi dan tuntutan efisiensi operasional, teknologi digital dan otomasi dipandang akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan industri manufaktur Indonesia.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK