EKBIS

Job Fair Jakarta Selatan 2026 Sediakan 3.299 Lowongan Kerja, Libatkan 37 Perusahaan

Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kerja melalui Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026 dengan menyediakan sebanyak 3.299 lowongan kerja dari 37 perusahaan berbagai sektor.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Syaripudin membuka Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026, Selasa (7/7/2026). Foto: ANTARA
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Syaripudin membuka Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026, Selasa (7/7/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang kerja bagi ribuan pencari kerja melalui Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 7-8 Juli 2026 di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta Selatan itu menyediakan sebanyak 3.299 lowongan kerja dari 37 perusahaan berbagai sektor.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Syaripudin, mengungkapkan penyelenggaraan bursa kerja tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

“Kami mengundang 37 perusahaan yang memberikan kesempatan sekitar 3.299 lowongan. Mudah-mudahan seluruh lowongan tersebut dapat terserap semaksimal mungkin,” kata Syaripudin saat membuka Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026, Selasa (7/7).

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Tingkat pengangguran Jakarta menurun
Syaripudin membeberkan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Jakarta menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, jumlah pengangguran terbuka di Ibu Kota mencapai sekitar 334 ribu orang. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 338 ribu orang.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 6,18 persen menjadi 6,05 persen. Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Kesenjangan keterampilan ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama agar tenaga kerja yang tersedia benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat program pelatihan kerja bagi masyarakat. Berbagai pelatihan diberikan secara gratis melalui pusat pelatihan kerja yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

Peserta yang mengikuti pelatihan akan menjalani uji kompetensi untuk memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja saat melamar pekerjaan.

Pelatihan kerja hingga tingkat masyarakat
Selain melalui pusat pelatihan, pemerintah juga mengoperasikan Mobile Training Unit (MTU). Program ini memungkinkan pelatihan kerja diberikan langsung di lingkungan masyarakat sehingga lebih mudah dijangkau oleh warga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang di berbagai sektor industri.

Pada pelaksanaan Job Fair tahun ini, sistem pendaftaran dilakukan secara daring terlebih dahulu melalui laman karir.jakarta.go.id sebelum kegiatan luring berlangsung. Dengan mekanisme tersebut, peserta yang telah memenuhi persyaratan dapat langsung mengikuti proses wawancara atau walk-in interview dengan perusahaan saat acara berlangsung.

Pemerintah juga memberikan kesempatan lebih luas bagi pencari kerja yang belum sempat mengikuti proses rekrutmen selama kegiatan tatap muka. Pendaftaran daring tetap dibuka hingga dua pekan setelah acara berakhir.

Lowongan berbagai sektor industri
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho menjelaskan sebanyak 37 perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, ritel, logistik, farmasi, makanan dan minuman, hingga sektor lainnya.

Beragam posisi ditawarkan dalam bursa kerja tersebut, baik untuk lulusan baru maupun tenaga kerja berpengalaman. Beberapa posisi yang tersedia antara lain data analyst, customer service agent digital, senior engineer, dan assistant store manager.

Menariknya, sejumlah perusahaan juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan kerja yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat.

“Posisi yang tersedia sangat beragam, termasuk lowongan yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas,” kata Ali.

Dilengkapi talkshow dan bazar Jakpreneur
Tidak hanya menghadirkan bursa kerja, Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung. Salah satunya adalah talkshow ketenagakerjaan yang memberikan informasi mengenai dunia kerja, pengembangan karier, hingga kebutuhan kompetensi di era digital.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi bazar Jakpreneur yang menampilkan berbagai produk usaha mikro binaan Pemerintah Kota Jakarta Selatan.

Pemprov DKI Jakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan antara perusahaan dan pencari kerja, sekaligus mendukung upaya pengurangan pengangguran di Jakarta. Job Fair Tahap I Jakarta Selatan Career Fest and Bazaar 2026 berlangsung secara luring pada 7-8 Juli 2026 di Gedung Nyi Ageng Serang dan secara daring melalui laman karir.jakarta.go.id hingga 15 Juli 2026.