EKBIS
Momentum Harga Emas Global Menguat, Nellava Bullion Ekspansi ke Surabaya
Nellava Bullion, brand bullion modern yang berfokus pada emas dan perak batangan. Perusahaan ini resmi membuka cabang pertamanya di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya.
apakabar.co.id, JAKARTA - Di tengah gejolak ekonomi global, kenaikan harga emas dunia, dan meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas nilai aset, logam mulia kembali menjadi primadona.
Di Indonesia, tren itu terasa nyata. Permintaan emas batangan meningkat, sementara investor mulai melirik perak sebagai alternatif yang dinilai masih undervalued.
Momentum tersebut dimanfaatkan Nellava Bullion, brand bullion modern yang berfokus pada emas dan perak batangan. Perusahaan ini resmi membuka cabang pertamanya di Jawa Timur, tepatnya di Kota Surabaya.
Langkah ini bukan sekadar pembukaan toko baru, melainkan bagian dari strategi ekspansi nasional yang telah disiapkan secara bertahap.
Direktur Operasional Nellava Bullion, Laras Chantika, mengungkapkan peran Surabaya sebagai pusat perdagangan, jasa, industri, sekaligus gerbang distribusi menuju kawasan Indonesia Timur.
Karena itu, ekspansi ke Surabaya merupakan bagian dari roadmap pengembangan jaringan nasional.
"Nellava Bullion hadir sebagai spesialis emas dan perak batangan dengan standar layanan premium. Fokus kami bukan hanya pada transaksi, tetapi membangun ekosistem investasi yang aman, transparan, serta berkelanjutan," ujar Laras dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/2).
Dia menambahkan, "Surabaya menjadi kota strategis untuk memulai ekspansi kami di wilayah Jawa Timur."
Menurut Laras, pasar Jawa Timur memiliki struktur ekonomi yang kuat dan dinamis, sehingga menjadi fondasi yang ideal untuk memperluas penetrasi pasar logam mulia.
Pertumbuhan kelas menengah, peningkatan literasi keuangan, serta ekspansi sektor UMKM dan manufaktur telah menciptakan basis investor potensial yang kuat. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat terhadap instrumen lindung nilai (safe haven) juga meningkat, terutama pascapandemi dan di tengah ketidakpastian global.
Transparansi harga
Dalam praktiknya, harga emas dan perak di tingkat ritel sering kali dipengaruhi dinamika permintaan lokal. Pada saat permintaan melonjak, tidak jarang harga ikut terdorong naik melebihi acuan internasional.
Bagi Nellava, mereka memilih pendekatan berbeda. Secara konsisten, perusahaan mengikuti harga emas dan perak internasional dengan margin yang adil dan terbuka.
"Kami tidak menaikkan harga berdasarkan tren permintaan lokal. Semua mengacu pada standar pasar global agar investor mendapatkan harga yang wajar dan transparan,” urai Laras.
Strategi itu tidak hanya menjadi pembeda secara operasional, tetapi juga sebagai positioning bisnis. Seiring meningkatnya literasi keuangan, investor semakin kritis terhadap spread harga beli dan jual (buy-sell spread).
Dengan kebijakan harga berbasis pasar global, Nellava berupaya membangun reputasi sebagai penyedia bullion yang akuntabel dan konsisten.
Perak batangan mulai dilirik
Jika emas sudah lama menjadi instrumen favorit masyarakat, perak batangan masih relatif kurang populer. Padahal, secara global, perak memiliki karakteristik unik, yakni sebagai aset investasi dan komoditas industri.
Perak digunakan dalam industri elektronik, energi surya, otomotif, hingga perangkat medis. Pertumbuhan sektor teknologi dan energi terbarukan telah meningkatkan permintaan industri terhadap logam ini.
Nellava menilai potensi tersebut sebagai peluang jangka panjang. Perusahaan lalu menyediakan berbagai denominasi perak batangan, mulai dari 25 gram hingga 1000 gram, untuk menjangkau berbagai segmen investor.
Bagi investor pemula, denominasi kecil memberi akses masuk yang lebih terjangkau. Sementara bagi investor besar, ukuran besar menawarkan efisiensi harga per gram.
Langkah ini menunjukkan bahwa ekspansi bukan hanya soal memperluas cabang, tetapi juga memperluas kategori pasar.
Inovasi keamanan dan kepercayaan
Di industri logam mulia, keaslian produk menjadi isu sensitif. Kasus pemalsuan atau manipulasi sertifikat kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi investor baru.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Nellava menghadirkan konsep Secured Futures yang dilengkapi teknologi perlindungan NFC, sistem verifikasi QR code, serta segel keamanan hologram.
Teknologi NFC memungkinkan investor melakukan verifikasi melalui perangkat tertentu. QR code memberikan akses cepat terhadap detail produk. Hologram berfungsi sebagai pengaman visual tambahan yang sulit dipalsukan.
"Fitur-fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan rasa aman, memperkuat kepercayaan, serta memberikan kemudahan verifikasi bagi para investor dalam setiap transaksi," terang Laras.
Dalam konteks ekonomi digital saat ini, integrasi teknologi dalam produk fisik telah menjadi nilai tambah yang signifikan.
Buy back dan likuiditas investor
Selain harga dan keamanan, likuiditas menjadi faktor penting dalam investasi emas dan perak batangan. Investor ingin memastikan bahwa aset mereka mudah dijual kembali ketika dibutuhkan.
Nellava mempertahankan kebijakan buy-back 100 persen berbasis harga internasional dengan biaya transaksi minimal. Artinya, harga jual kembali mengacu pada standar global, bukan semata-mata permintaan lokal.
"Kebijakan ini memberi kepastian dan rasa aman bagi investor, terutama dalam kondisi pasar yang fluktuatif," ujar Laras.
Dalam perspektif bisnis, kebijakan buy-back mencerminkan kepercayaan perusahaan terhadap stabilitas operasional dan manajemen risiko yang dimiliki.
Dengan mengedepankan transparansi harga, inovasi keamanan, kebijakan buy-back yang kompetitif, serta pendekatan edukatif kepada nasabah, Nellava berupaya membangun fondasi bisnis jangka panjang.
Langkah itu sekaligus menandai babak baru dalam peta persaingan bullion nasional.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK