NEWS

20–40 Ribu Orang Padati Monas, Imlek 2026 Tegaskan Wajah Global Jakarta

Sebanyak 20 ribu hingga 40 ribu orang diperkirakan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 16 dan 17 Februari 2026. Angka tersebut menjadikan perayaan Imlek tahun ini sebagai salah satu keramaian terbesar di Jakarta pada awal tahun.
Ilustrasi - Suasana saat warga menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun baru di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/1/2025). Foto: ANTARA
Ilustrasi - Suasana saat warga menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun baru di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (1/1/2025). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA – Sebanyak 20 ribu hingga 40 ribu orang diperkirakan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada 16 dan 17 Februari 2026. Angka tersebut menjadikan perayaan Imlek tahun ini sebagai salah satu keramaian terbesar di Jakarta pada awal tahun.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, menjelaskan penyesuaian jam operasional dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung saat perayaan Tahun Baru Imlek. Pihaknya, menetapkan jam operasional khusus kawasan Monas mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB selama dua hari tersebut.

Sementara kunjungan ke Tugu Monas tetap dibuka pukul 08.00–18.00 WIB dengan loket ditutup pada pukul 17.00 WIB.

Tak hanya menikmati suasana Monas di malam hari, pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan spesial berupa air mancur menari dan video mapping di sisi selatan Silang Monas.

Pertunjukan air mancur menari akan digelar dua kali, masing-masing pukul 20.00 WIB dan 21.00 WIB. Sedangkan pertunjukan video mapping dijadwalkan pada pukul 19.30 WIB dan 20.30 WIB.

"Atraksi ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Imlek 2026 di Jakarta yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujarnya.

Senada, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut Monas akan menjadi ruang ekspresi budaya berbasis teknologi. Melalui video mapping dan instalasi seni, kawasan ini diharapkan menghadirkan pengalaman visual yang modern sekaligus tetap sarat makna budaya.

Seiring dengan lonjakan pengunjung yang mencapai 20 ribu hingga 40 ribu orang, pengelola menggimbau agar mematuhi aturan yang berlaku dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Selain menjaga ketertiban, kebersihan kawasan juga menjadi perhatian utama.

"Adapun lonjakan pengunjung diperkirakan terjadi di pelataran maupun area sekitar tugu," kata Isa.

Isa juga mengingatkan pengunjung untuk membawa payung atau jas hujan. Pasalnya, perayaan Imlek di Jakarta kerap diwarnai hujan.

Sejauh ini, Monas masih menjadi salah satu lokasi ikonik dalam perayaan Imlek Jakarta 2026. Selain di Monas, rangkaian kegiatan juga digelar di berbagai lokasi strategis di Ibu Kota sepanjang Februari hingga awal Maret.

Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari pentas seni budaya, instalasi visual, hingga pertunjukan kolosal yang melibatkan banyak komunitas.

Dengan kombinasi budaya dan teknologi, perayaan Imlek tahun ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan warga Jakarta sekaligus daya tarik wisata yang memperkuat citra kota sebagai ruang publik yang inklusif dan kreatif.

Ruang publik ini menjadi titik temu kebersamaan, tempat warga dari beragam latar belakang merayakan tradisi dalam suasana saling menghormati. Momentum ini menunjukkan bagaimana Jakarta memposisikan diri sebagai kota yang terbuka terhadap ekspresi budaya dan mampu mengemasnya dalam format modern berbasis teknologi. 

Perayaan Imlek 2026 bukan hanya agenda tahunan, melainkan cerminan wajah kota global yang hidup oleh keberagaman dan inklusivitas.

Ketika pertunjukan berakhir dan cahaya perlahan meredup, ribuan orang meninggalkan kawasan dengan langkah tertib. Di bawah langit malam Jakarta, Monas kembali menjadi saksi bahwa kebersamaan di ruang publik mampu memperkuat identitas kota yang terus bergerak maju, tanpa meninggalkan akar budayanya.