apakabar.co.id, JAKARTA – Hujan dengan intensitas tinggi terjadi di Desa Kota Tua, Kec. Tano Tombangan Angkola, Sumatera Utara pada Rabu (118/12) pukul 14.00 WIB. Hujan telah menyebabkan Sungai Aek Mardua meluap.
BPBD Tapanuli Selatan (Tapsel) dalam keterangannya pada pukul 23.27 WIB menjelaskan, arus banjir telah membawa sejumlah material kayu dan menerjang permukiman penduduk.
Selain di Desa Kota Tua, sejumlah desa lain juga ikut terdampak, di antaranya, Desa Sisoma, Desa Harean, dan Desa Simaninggir. Hanya saja dari semua itu, Desa Kota Tua merupakan desa yang paling parah kerusakannya.
Akibat luapan Sungai Aek Mardua, berdasarkan data Rabu, 18 Desember 2024, sekitar pukul 16.30 WIB, diketahui korban jiwa meninggal dunia belum ada. Namun jumlah korban luka berat sebanyak 1 Jiwa terdapat di Desa Kota Tua.
Juga ditemukan adanya korban dengan luka ringan sebanyak 1 orang di Desa Kota Tua. Khusus terkait kelompok korban rentan di Desa Kota Tua, BPBD Tapsel mencatat ada sebanyak 24 jiwa bayi, balita 94 anak, ibu hamil 24 orang , ibu menyusui 45 orang dan lansia 65 jiwa.
Sementara terkait kerusakan rumah warga, BPBD Tapsel menemukan jumlah rumah dengan kerusakan berat, rumah rusak sedang dan rumah rusak ringan masih dalam pendataan. Hal serupa juga masih didata terkait kerusakan sarana umum.
Sejauh ini, BPBD Tapsel telah mendata jumlah pengungsi di Desa Kota Tua mencapai 300 Jiwa, di Desa Simaninggir sebanyak 50 Jiwa. Lalu di Desa Sisoma dan Desa Harean belum ditemukan adanya pengungsi.
Luapan Sungai Aek Mardua telah menyebabkan jumlah penduduk yang terdampak di Desa Kota Tua mencapai 1180 Jiwa dan di Desa Simaninggir sebanyak 379 Jiwa.