NEWS

Cuaca Jumat, BMKG: Warga Diminta Waspada Seiring Potensi Hujan dan Petir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota besar di Indonesia akan mengalami hujan pada Jumat (31/1).
Petugas BPBD DKI saat memasukkan bahan semai berupa NaCl untuk operasi modifikasi cuaca di Jakarta, Jumat (16/1/2026). Foto: BPBD DKI
Petugas BPBD DKI saat memasukkan bahan semai berupa NaCl untuk operasi modifikasi cuaca di Jakarta, Jumat (16/1/2026). Foto: BPBD DKI
apakabar.co.id, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota besar di Indonesia akan mengalami hujan pada Jumat (31/1). Intensitas hujan diperkirakan bervariasi, mulai dari hujan ringan, hujan sedang, hingga hujan yang disertai petir. 

Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi keselamatan dan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah dengan mobilitas tinggi.

Prakirawan BMKG Lintang Alya menyampaikan bahwa potensi hujan disertai petir diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian barat. 

Kota-kota yang masuk dalam kategori waspada antara lain Bandar Lampung, Yogyakarta, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Hujan petir dapat disertai kilat dan angin kencang yang berisiko bagi aktivitas luar ruang, perjalanan darat, hingga penerbangan.

“Potensi hujan petir terdapat di Bandar Lampung, Yogyakarta, Palangkaraya, dan Banjarmasin,” ujar Lintang dalam prakiraan cuaca BMKG yang dipantau di Jakarta, Jumat (30/1) pagi.

Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG juga mengingatkan potensi hujan petir di Mamuju dan Ternate. Di kawasan ini, kondisi cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada aktivitas masyarakat pesisir, pelayaran, serta distribusi logistik antarpulau.

Selain hujan petir, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kota Serang. Hujan kategori ini dapat meningkatkan risiko genangan air dan memperlambat arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

Sementara itu, hujan ringan diprakirakan mengguyur sejumlah kota besar lain yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Di antaranya Medan, Padang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. 

Meski tergolong ringan, hujan di kota-kota padat seperti Jakarta dan Surabaya berpotensi memicu kemacetan, gangguan transportasi umum, serta keterlambatan aktivitas kerja dan sekolah.

Di wilayah Kalimantan dan Indonesia timur, hujan ringan juga diprakirakan terjadi di Samarinda, Tanjung Selor, Denpasar, Mataram, Kupang, Manado, Gorontalo, Palu, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, Nabire, hingga Merauke. 

Sebaran hujan yang luas ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca basah hampir merata di berbagai wilayah Indonesia.

Selain hujan, BMKG mencatat kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, dan Pontianak. Awan tebal dapat menjadi tanda potensi perubahan cuaca yang relatif cepat, termasuk peluang hujan dalam waktu singkat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap informasi cuaca harian sebagai hal rutin semata. Hujan, terutama yang disertai petir, dapat berdampak langsung pada keselamatan publik dan kelancaran aktivitas ekonomi. Masyarakat diharapkan lebih waspada, merencanakan perjalanan dengan matang, serta menghindari aktivitas di ruang terbuka saat cuaca memburuk.

BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi. “Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui website bmkg.go.id dan media sosial @info.bmkg,” kata Lintang.