1446
1446

Dirjen Aptika Mundur, DPR: Pihak Lain yang Bertanggungjawab Perlu Evaluasi Diri

Ketua DPR RI Puan Maharani saat memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2024). Foto: ANTARA

apakabar.co.id, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani turut berkomentar terkait pengunduran diri Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen Aptika Kemkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan. Pengunduran diri Semuel diketahui terkait gangguan/ serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Jawa Timur.

Berkaca dari pengunduran diri Dirjen Aptika, Puan menilai hal itu sebagai bentuk tanggungjawab agar pihak-pihak yang merasa lalai harus melakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Pihak-pihak yang kemudian merasa lalai atau kemudian bertanggung jawab ya sebaiknya bisa mengevaluasi diri,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7).

Terkait serangan ransomware terhadap PDNS 2 itu, Puan mengaku pihaknya telah membahas hal tersebut. “Ini kan memang satu hal yang menurut kami di DPR sudah dibahas di Komisi I, hal yang harusnya tidak terjadi seperti ini. Jadi, secara konkret dievaluasi, kemudian tindak lanjutnya seperti apa,” tegasnya.

Sebelumnya, Dirjen Aptika Semuel menyampaikan pengunduran diri dalam konferensi pers di Kantor Kemkominfo, Jakarta (4/7).

“Saya menyatakan bahwa per tanggal 1 Juli kemarin saya sudah mengajukan pengunduran diri saya secara lisan, dan suratnya sudah saya serahkan kemarin kepada Menteri Kominfo,” ujarnya.

Keputusan Semuel untuk mundur dari jabatannya sebagai Dirjen APTIKA, salah satunya dipengaruhi oleh insiden serangan siber ransomware Brain Cipher pada PDNS 2 di Surabaya, Jawa Timur.

Serangan siber itu melumpuhkan banyak layanan publik dan yang paling terdampak ialah layanan keimigrasian pada Kamis (20/6). Secara berangsur layanan publik mulai pulih setelah serangan siber itu ditemukenali oleh pemerintah lewat berbagai kolaborasi antar lembaga terkait.

Pascakejadian, SAFEnet menyebut, terdapat sedikitnya 282 instansi pemerintah pengguna PDNS yang terdampak serangan siber tersebut.

Info terbaru menyebut, Brain Cipher telah memberikan kode untuk membuka enkripsi pada PDNS 2 tepatnya pada Rabu (3/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Adapun pemerintah menargetkan pemulihan atas serangan siber PDNS 2 di Surabaya rampung pada bulan ini.

285 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *