NEWS
DPR Minta Kemenpar Fokus ke Kualitas Pariwisata
apakabar.co.id, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim meminta kepada Kementerian Pariwisata untuk mengakselerasi pergeseran fokus pariwisata dari kuantitas kunjungan ke kualitas pengalaman, nilai ekonomi, keberlanjutan, dan manfaat sosial.
Dia menjelaskan faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi salah satu fokus pembenahan yang harus diperhatikan bersama.
"Kasus kematian pelatih Valencia Fernando Martin Carreras beberapa waktu lalu akibat kapal wisatanya tenggelam di Labuan Bajo harus menjadi bahan pembelajaran dan evaluasi bersama tentang pentingnya menghadirkan pariwisata yang berkualitas ke depan," kata Chusnunia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (2/1).
Menurut dia, Kemenpar perlu melihat perubahan pola perjalanan wisata yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus dijawab dengan kreativitas dan kolaborasi.
Selama bertahun-tahun orientasi pariwisata dirayakan melalui angka jumlah kunjungan. Padahal, sektor pariwisata tidak cukup hanya dihitung dari berapa jumlah orang yang datang.
Dia mengatakan hal yang jauh lebih penting adalah pengalaman, kesiapan masyarakat lokal, dan manfaat ekonomi bagi daerah.
Dia menyampaikan tren utama pariwisata 2026 meliputi wellness, ekowisata, gastronomi, budaya otentik, dan adopsi digital, akan mendorong peningkatan devisa, pemberdayaan komunitas, dan daya saing global Indonesia melalui kolaborasi strategis dan pemanfaatan teknologi.
"Pariwisata Indonesia tidak boleh lagi hanya dipandang hanya sebagai sektor hiburan tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dari berbagai peninjauan ke lapangan, dia menilai wisatawan semakin mencari pengalaman yang mendalam. Menurut Chusnunia, wisatawan tidak hanya ingin melihat pemandangan, tetapi juga ingin merasakan kehidupan masyarakat lokal, tradisi, musik, kuliner, serta cerita kehidupan di balik sebuah destinasi.
"Kemenpar harus mengorkestrasi potensi-potensi wisata yang dalam upaya mendorong pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," pungkasnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

