EKBIS

Industrialisasi Jadi Kunci Mengejar Pertumbuhan Ekonomi

Pekerja menyelesaikan produksi sarung di pabrik tekstil, Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/4/2025). Foto: Antara
Pekerja menyelesaikan produksi sarung di pabrik tekstil, Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/4/2025). Foto: Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengungkapkan industrialisasi masih menjadi salah satu kunci penting Indonesia dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal memaparkan tidak mungkin Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tanpa dibarengi dengan industrialisasi. Di sisi lain, pemerintah justru memprioritaskan percepatan hilirisasi.

"Tidak mungkin kita akan sampai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tanpa industrialisasi, dan industrialisasi yang dalam prioritas pemerintah sekarang adalah (percepatan) hilirisasi,” kata Faisal di Jakarta, dikutip Sabtu (21/2).

Faisal membandingkan hasil final tarif dagang AS dengan Vietnam justru mendapatkan tarif 0 persen untuk produk-produk industri manufaktur dengan nilai tambah tinggi.

"Apalagi Vietnam itu bukan sekedar manufaktur, manufaktur yang nilai tambah tinggi, elektronik,” kata Faisal.

Selain itu, Faisal juga menyoroti kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang disebut AS cukup menyulitkan kegiatan ekspor ke Indonesia.

“Tapi bagaimana dengan dampaknya terhadap keamanan, keselamatan dan juga bagi konsumen di Indonesia? Lalu TKDN memang diberlakukan supaya kita mendorong industrialisasi, agenda prioritas nasional,” ujarnya.

Pemerintah, kata Faisal, perlu memberikan pengecualian khusus bagi AS. Sebab, akan menimbulkan potensi investor dari negara lain untuk mendapatkan perlakuan yang sama.

“Kalau kemudian dihapuskan (khusus untuk) Amerika, ini preseden buruk bagi investor yang lain juga meminta hal yang sama. Karena dalam sistem perdagangan internasional, investasi itu tidak boleh ada perbedaan treatment,” jelasnya.