1446
1446

DPR RI Kritik Kinerja BPOM, Tak Kuasai Fungsi dan Tugasnya

Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan BPOM RI,Selasa (29/10) di ruang rapat komisi IX Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

apakabar.co.id, JAKARTA – Komisi IX DPR RI menilai Kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum maksimal dan belum ada perubahan karena masih belum mengerti fungsi dan tugasnya.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IX dari Dapil Sumatera Selatan II Irma Suryani pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Selasa (29/10).

“Saya rasa kinerja BPOM masih sama seperti dulu, belum maksimal karena belum mengerti fungsi dan tugasnya,” kata Irma.

Irma menilai rekan-rekan BPOM masih banyak yang belum mengerti tugas dan fungsi mereka sebagai Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Sebab dari tahun ke tahun masih banyak terdapat kasus-kasus peredaran Obat dan Makanan yang ilegal.

“BPOM fungsi dan tugasnya itu mengawasi Obat dan Makanan tapi masih banyak peredaran Obat dan Makanan ilegal yang terjadi,” ucapnya.

“Contohnya beberapa waktu lalu ada kasus minuman yang mempunyai zat berbahaya masuk ke Indonesia,saat kita tanyakan soal itu BPOM memberikan jawaban kalau hal itu bukan kewenangan mereka melainkan kewenangan pihak Karantina,” Sambungnya.

Irma mengungkapkan pihaknya menyayangkan tanggapan atau jawaban yang disampaikan pihak BPOM terkait hal tersebut karena jawaban yang disampaikan BPOM tersebut bukan yang diharapkan pihaknya.

Kalau pihak BPOM mengerti dengan Fungsi dan tugas mereka harusnya mereka melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait terkait masuknya minuman berbahaya tersebut.

“Jawaban dari BPOM tersebut artinya BPOM belum mengerti tentang fungsi dan tugasnya, jadi bukan itu jawaban yang kita harapkan harusnya mereka melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait bukan malah melempar tanggung jawab seperti itu,” tegasnya.

Selain itu kata Irma sosialisasi yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama ini belum dirasakan oleh masyarakat di daerah sehingga masih banyak produksi obat tradisional serta makanan rumahan yang belum memenuhi standar ramai beredar.

“Saya juga melihat Badan POM belum ada pergerakan yang signifikan di daerah terkait sosialisasi ke masyarakat tentang obat dan makanan yang sehat dikonsumsi, nyatanya di lapangan Obat dan Makanan rumahan yang belum standar ramai beredar dan ini sangat diminati masyarakat,” pungkasnya.

 

29 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Raikhul Amar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *