NEWS

Gempa M 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari, BPBD Catat 15 Bangunan Rusak Termasuk Sekolah

Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (7/2) dini hari menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Warga mengamati kondisi teras rumah yang ambrol pasca-gempa magnitudo 6,4 di Kelurahan Ploso, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).Foto: ANTARA
Warga mengamati kondisi teras rumah yang ambrol pasca-gempa magnitudo 6,4 di Kelurahan Ploso, Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (7/2) dini hari. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sementara ini ada 15 bangunan yang terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, menjelaskan angka tersebut masih dapat berubah. Pasalnya, tim di lapangan masih melakukan pendataan dan peninjauan lanjutan di berbagai titik yang terdampak gempa.

Ia mengakui, belum semua warga melaporkan kondisi rumah maupun fasilitas umum di lingkungannya. Karena itu, BPBD membuka kemungkinan jumlah bangunan rusak bertambah seiring berjalannya proses asesmen.

“Sampai saat ini tercatat 15 bangunan terdampak. Pendataan masih terus kami lakukan karena dimungkinkan masih ada warga yang belum menyampaikan laporan,” ujar Radite, Jumat (7/2).

Adapun bangunan yang mengalami kerusakan tersebar di sejumlah kecamatan. BPBD mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pacitan, Arjosari, Nawangan, Pringkuku, Kebonagung, Bandar, serta Sudimoro. Tingkat kerusakan yang ditemukan pun beragam, mulai dari retak ringan hingga kerusakan yang memerlukan pemeriksaan teknis lebih mendalam.

Dampak gempa tidak hanya dirasakan oleh rumah warga. Satu fasilitas pendidikan dilaporkan ikut mengalami kerusakan, yakni SMP Negeri 4 Sembowo yang berlokasi di Kecamatan Sudimoro. 

Hingga kini, kondisi bangunan sekolah tersebut masih dalam tahap pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakan dan keamanan bangunan.

“Yang terdampak bukan hanya rumah warga, tetapi juga bangunan sekolah. Untuk detail kerusakannya masih kami dalami,” kata Radite.

BPBD Pacitan saat ini terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta aparat kewilayahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh dampak gempa terdata dengan baik sekaligus menyiapkan penanganan lanjutan bila diperlukan.

Radite mengingatkan warga agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia menyebutkan, setelah gempa utama masih terpantau beberapa getaran kecil, meski sejauh ini tidak menimbulkan dampak lanjutan yang signifikan.

Ia juga meminta masyarakat segera menyampaikan laporan apabila menemukan bangunan yang mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 6,4 tersebut terjadi pada Jumat pukul 01.06 WIB. 

Titik pusat gempa berada di koordinat 8,99 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur, atau sekitar 90 kilometer di tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak memicu potensi tsunami.