NEWS

HUT ke-22 Tagana: Mensos Dorong Respons Cepat dan Bantuan Tepat Sasaran

Tagana melakukan simulasi tanggap bencana di Kantor Kemensos. Apakabar/Andrey
Tagana melakukan simulasi tanggap bencana di Kantor Kemensos. Apakabar/Andrey
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menginstruksikan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk memperkuat respons cepat serta memastikan ketepatan sasaran bantuan. Ia menegaskan bahwa Tagana merupakan garda terdepan dalam perlindungan sosial saat penanggulangan bencana.

Dalam arahannya saat apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Tagana di Kantor Kementerian Sosial, Gus Ipul menekankan pentingnya kehadiran negara di setiap peristiwa bencana, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Siaga tanpa kompromi. Saat bencana terjadi, Tagana harus menjadi yang pertama hadir. Tidak boleh ada keterlambatan dan tidak boleh ada keraguan,” ujar Gus Ipul, dikutip dari Antara, 23 April 2026.

Kecepatan respons tersebut harus diimbangi dengan pemanfaatan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini menjadi kunci agar penyaluran bantuan logistik maupun dukungan psikososial tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang berhak.

Selain itu, aspek integritas juga menjadi perhatian utama. Seluruh anggota relawan diminta menjaga amanah dengan menghindari segala bentuk penyimpangan atau penyalahgunaan bantuan kemanusiaan. Bantuan yang disalurkan harus dilandasi empati tinggi guna memperkuat mental para korban bencana.

Di luar tugas kebencanaan, Tagana kini juga mendapat mandat untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Peran ini dinilai sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) di masyarakat.

Dalam hal penguatan kelembagaan, Kementerian Sosial mendorong Dinas Sosial di tingkat provinsi untuk meningkatkan dukungan terhadap kapasitas dan operasional personel di daerah. Pemerintah daerah juga diharapkan memberikan perlindungan yang memadai bagi relawan saat bertugas.

“Saya titip pesan kepada para kepala dinas untuk diteruskan kepada para gubernur: perhatikan Tagana di daerah, perkuat kapasitasnya, dan dukung operasionalnya. Jangan biarkan mereka bekerja tanpa perlindungan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, personel Tagana dari berbagai daerah menampilkan kemampuan mereka melalui simulasi operasi SAR dan tanggap darurat. Mereka mempraktikkan teknik vertical rescue dengan metode lowering, yakni mengevakuasi korban dari titik tinggi ke lokasi lebih rendah menggunakan tali karmantel.

Selain itu, dilakukan pula simulasi evakuasi dengan teknik rappelling dari gedung Kantor Kementerian Sosial setinggi sekitar 20 meter. Seluruh proses evakuasi berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 15 menit, sesuai standar latihan yang biasa diterapkan oleh tim penyelamat profesional seperti Basarnas dan anggota International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).

Tagana juga memperagakan proses pendirian posko pengungsian, termasuk ruang perawatan, perlengkapan medis, hingga dapur umum.

Melalui rangkaian simulasi tersebut, Gus Ipul menyatakan optimisme bahwa Tagana terus bertransformasi menjadi relawan yang semakin profesional dan berperan penting dalam penanggulangan bencana serta masalah sosial di masyarakat.

“Saudara-saudara adalah relawan, tetapi bekerja dengan dedikasi luar biasa. Perkuat kolaborasi lintas sektor dengan TNI, Polri, BNPB, Dinas Sosial, dan seluruh pemangku kepentingan. Ingat, bencana harus ditanggulangi dengan gotong royong,” pungkasnya.