NEWS

Minggu Pagi 19 RT dan Satu Ruas Jalan di Jakarta Masih Tergenang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 19 Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan di wilayah Jakarta masih tergenang banjir hingga Minggu (25/1) pagi.
Petugas Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat mengevakuasi warga terdampak banjir menggunakan kendaraan amfibi di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Foto: ANTARA
Petugas Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat mengevakuasi warga terdampak banjir menggunakan kendaraan amfibi di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 19 Rukun Tetangga (RT) dan satu ruas jalan di wilayah Jakarta masih tergenang banjir hingga Minggu (21/1) pagi. Genangan ini merupakan dampak hujan deras yang terus mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengungkapkan hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah wilayah tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, terjadi genangan hingga banjir di beberapa titik permukiman warga dan akses jalan.

“Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (22/1) menyebabkan genangan di wilayah DKI Jakarta,” terang Mohamad Yohan di Jakarta, Minggu (21/1).

Di wilayah Jakarta Barat, terdapat tiga RT yang masih tergenang. Satu RT berada di Kelurahan Kembangan Selatan dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter. Sementara dua RT lainnya berada di Kelurahan Kembangan Utara dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter. 

Selain itu, Jalan Kembangan Raya di Kelurahan Kembangan Selatan juga masih tergenang air setinggi 35 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas warga.

Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak paling banyak, yakni 15 RT. Rinciannya, empat RT di Kelurahan Bidara Cina terendam dengan ketinggian air mencapai 85 hingga 140 sentimeter. Empat RT di Kelurahan Kampung Melayu tergenang hingga 110 sentimeter. 

Kemudian lima RT di Kelurahan Cawang dan dua RT di Kelurahan Cililitan masing-masing tergenang dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter.

Sementara itu, di Jakarta Utara masih terdapat satu RT yang terendam banjir, yakni di Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.

Akibat banjir tersebut, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah. 

Di Jakarta Barat, pengungsi tersebar di berbagai tempat seperti masjid, mushola, balai warga, kantor, hingga sekolah dasar. Di Kelurahan Rawa Buaya saja, tercatat ratusan jiwa mengungsi di tujuh titik berbeda, termasuk SDN 07 Rawa Buaya yang menampung lebih dari 200 jiwa.

Pengungsian juga terjadi di Kelurahan Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Duri Kosambi. Sementara di Jakarta Timur, warga mengungsi di mushola, aula kelurahan, gedung SKKT, hingga sekolah dan masjid di wilayah Cawang, Bidara Cina, serta Kampung Melayu. Di Jakarta Utara, pengungsian dilakukan di wilayah Kapuk Muara.

Yohan menjelaskan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah terdampak. BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Selain penanganan teknis, BPBD bersama lurah dan camat setempat juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas, seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat.

Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan, terutama saat hujan masih berpotensi turun,” pungkas Yohan.