NEWS

PFI Pantau Informasi Jurnalis Indonesia Ditangkap Militer Israel

Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Foto: Anadolu Agency
Kapal-kapal dari "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission," yang bertujuan untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan, berangkat dari marina di Augusta di pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Foto: Anadolu Agency
apakabar.co.id, JAKARTA - Organisasi Pers Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat terus memantau perkembangan informasi terkait keberadaan tiga jurnalis asal Indonesia yang ditangkap militer Israel saat mengikuti rombongan misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina. 

"Salah satu jurnalis ikut dalam rombongan itu anggota PFI, pewarta Foto Republika. Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan para pihak guna, guna memastikan setiap perkembangan informasi mengenai kondisi dan keberadaan Thoudy Badai serta dia orang rekan lainnya," kata Ketua PFI Pusat Dwi Pambudi melalui keterangan tertulis dikutip di Jakarta, Selasa (19/5).

Ia mengemukakan Thoudy Badai bersama dua orang jurnalis Indonesia dilaporkan hilang kontak saat mengikuti pelayaran misi kemanusiaan menggunakan armada laut Global Sumud Flotilla di perairan Siprus, Mediterania Timur pada Senin (18/5). 

PFI berkomitmen penuh mengawal upaya pencarian dan memastikan keselamatan Thoudy selama mengikuti misi kemanusiaan tersebut.
Pihaknya juga siap memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada keluarga, maupun pihak redaksi selama proses pencarian dan pemantauan berlangsung.

"Kami mengajak seluruh rekan pewarta foto, jurnalis, dan masyarakat untuk terus mendoakan keselamatan Thoudy Badai agar segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Hingga kini, kata dia, belum ada informasi resmi lebih lanjut mengenai penyebab hilangnya komunikasi maupun kondisi terkini Thoudy dan rombongan relawan yang mengikuti pelayaran tersebut.

PFI Pusat menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah memperoleh informasi resmi dari pihak terkait.

"Kami berharap para jurnalis ikut dalam misi kemanusiaan itu dalam keadaan sehat," ucap Dwi. 
Selain itu Dewan Pers meminta pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis Indonesia yang ditangkap oleh Angkatan Laut Israel saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina.

Dewan Pers mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina,” demikian pernyataan Dewan Pers. 

Tiga jurnalis Indonesia yang ikut dalam rombongan tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.