NEWS
Presiden Koreksi Pembangunan Inti IKN
Presiden Prabowo Subianto mengoreksi langsung desain dan fungsi pembangunan kompleks eksekutif, legislatif, dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus menekan Otorita agar melakukan percepatan pembangunan.
apakabar.co.id, PENAJAM - Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah instruksi sekaligus koreksi kepada Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) terkait arah pembangunan kawasan inti IKN di Kalimantan Timur. Koreksi tersebut mencakup desain dan fungsi bangunan lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang dinilai perlu disesuaikan dengan target menjadikan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengatakan Presiden secara khusus meminta OIKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan sekaligus mempercepat progres pembangunan fasilitas kenegaraan tersebut.
“Bapak Presiden sejak awal memberikan penekanan agar pembangunan fasilitas yang akan digunakan oleh legislatif dan yudikatif bisa dipercepat, dengan target selesai pada 2028,” ujar Prasetyo saat ditemui wartawan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1) dikutip dari antara.
Pantauan antara, Presiden Prabowo tiba di IKN pada Senin malam (12/1) bersama sejumlah menteri, lalu pada Selasa pagi menerima paparan langsung dari Ketua OIKN Basuki Hadimuljono mengenai perkembangan pembangunan ibu kota baru.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan sejumlah catatan. “Masih ada beberapa hal yang dikoreksi Presiden, pertama terkait desain, kedua terkait fungsi bangunan. OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum diminta untuk terus melakukan penyempurnaan,” kata Prasetyo.
IKN menjadi agenda terakhir dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo di Kalimantan. Selama berada di kawasan inti IKN, Presiden menginap satu malam di hotel bintang lima yang berada di area pembangunan ibu kota.
Sejumlah menteri turut mendampingi Presiden, di antaranya Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Dalam kesempatan terpisah, Menko AHY menjelaskan bahwa pengembangan IKN diarahkan sebagai kota cerdas yang tidak semata bertumpu pada teknologi mutakhir, tetapi juga pada tata kelola pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“IKN dirancang sebagai kota yang efisien, ramah lingkungan, dan berpusat pada manusia. Karena itu, orkestrasi lintas sektor menjadi kunci agar seluruh ekosistem pembangunan berjalan selaras,” ujar AHY di Jakarta.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR
