apakabar.co.id, JAKARTA – SpaceX terus meningkatkan frekuensi uji penerbangan roket Starship yang terintegrasi penuh, sepanjang tahun ini. Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan pelayanan penerbangan terbaik ke antariksa, demikian kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, disampaikan Kamis (14/3).
“Sementara tim kami meninjau data yang dikumpulkan dari penerbangan ini, Starship, serta wahana Super Heavy sedang mempersiapkan penerbangan mendatang seiring kami berupaya meningkatkan irama peluncuran kami sepanjang tahun,” kata perusahaan itu.
Pada Kamis (14/3), SpaceX melakukan uji terbang ketiga, roket Starship Super Heavy yang berhasil mencapai orbit untuk pertama kalinya. Setelah pemisahan tahap panas, mesin pendorong Super Heavy, yang dirancang untuk dapat digunakan kembali, berhasil melakukan manuver flip dan boostback burn saat kembali ke Bumi.
Sayangnya roket terbakar saat mencoba melakukan pendaratan terjadwal di Samudera Hindia. Roket meledak sendiri sekitar 462 meter di atas Teluk Meksiko saat melakukan uji terbang ketiga. Adapun uji coba berlangsung selama 50 menit.
Starship merupakan inti dari upaya SpaceX mengembangkan sistem transportasi yang sepenuhnya dapat digunakan kembali. Roket tersebut dirancang untuk membawa manusia ke Bulan dan penerbangan jangka panjang ke Mars dan sekitarnya.
Sistem tersebut digagas untuk memapu melakukan pengisian bahan bakar di luar angkasa, termasuk kemampuan untuk mendarat di tujuan di tata surya dan kembali ke Bumi.
SpaceX melakukan uji terbang pertama roket Starship dan Super Heavy yang terintegrasi penuh pada April tahun lalu. Namun wahana tersebut meledak setelah lepas landas dari landasan peluncuran di Starbase milik SpaceX di Boca Chica, Texas Selatan.
Saat uji terbang kedua pada November tahun lalu, Starship lepas landas dari landasan peluncuran, dan meledak beberapa menit setelah peluncuran.