apakabar.co.id, JAKARTA – Suara tembakan meletus saat Donald Trump berpidato di Pennsylvania. Seketika mantan presiden Amerika itu bergegas pergi dalam kondisi berlumuran darah.
Sempat berlangsung beberapa menit, pidato Trump di hadapan para pendukungnya di Kota Butler terhenti saat ia berbicara soal migrasi ilegal, begitu laporan Kantor Berita Antara mengutip media setempat, Minggu (14/7).
Lantas terdengar suara tembakan, Trump pun langsung berhenti berbicara. Ia menutup telinga dan duduk di belakang podium dengan dikelilingi para pengawalnya.
Seperti yang terlihat dalam siaran, beberapa menit kemudian, para pengawal menggiring Trump turun dari panggung. Telinga kanan sang mantan presiden berlumuran darah.
Juru bicara Trump, Steven Cheung memastikan kondisi mantan presiden AS itu baik-baik saja.
“Presiden Trump berterima kasih kepada penegak hukum dan petugas yang langsung bereaksi membantu ketika aksi keji ini terjadi,” jelas Cheung.
“Dia baik-baik saja dan sedang dalam pemeriksaan di fasilitas medis setempat,” sambung Cheung.
Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Joe Biden telah menerima informasi awal. Dinas Rahasia AS sudah mengambil sejumlah langkah perlindungan.
“Dinas Rahasia aktif melakukan penyelidikan ini dan jika ada informasi lebih lanjut akan disiarkan,” katanya.
Pemilihan presiden AS dijadwalkan pada November 2024. Kontestan utama selain Trump adalah Joe Biden. Keduanya dijadwalkan menjalani debat lagi pada 10 September.
Reaksi dari dunia politik dan bisnis mulai bermunculan. Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro dari Partai Demokrat mengecam penembakan tersebut.
“Kekerasan yang menarget pemimpin partai politik atau pemimpin politik mana pun sama sekali tidak dapat diterima,” katanya.
Sementara itu, miliarder teknologi Elon Musk mengumumkan bahwa dirinya mendukung Trump menjadi presiden.
“Saya sepenuhnya mendukung Presiden Trump dan berharap dia segera pulih,” tulis Musk di X.