1446
1446

Warga Cianjur Halau Pengemis yang Viral karena Meminta Sedekah dengan Memaksa

Tangkapan layar - Aksi pengemis yang meminta-minta secara paksa meresahkan warga Cianjur. Foto: apakabar.co.id/ Riski Maulana

apakabar.co.id, CIANJUR – Aksi wanita paruh baya yang meminta-minta dengan cara memaksa telah meresahkan warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Aksinya itu sempat viral di media sosial, setelah warga menyebarluaskannya di sejumlah wilayah seperti  di Sukabumi, Bogor, hingga Bekasi.

Dalam meminta sedekah warga, pengemis tersebut melakukan dengan cara memaksa. Hal itu terjadi di perumahan di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Seorang warga lalu merekam aksi pengemis tersebut ketika terlibat adu mulut dengan warga lainnya.

Kepala Desa Nagrak, Hendi Saeful Maladi membenarkan hal tersebut. Menurut Hendi, jajarannya telah menerima informasi terkait keberadaan pengemis perempuan yang meminta dengan cara memaksa itu.

“Sudah ada laporan. Terakhir sempat akan masuk ke lingkungan komplek di wilayah Desa Nagrak, tapi berhasil dihalau warga. Sempat adu mulut juga dengan warga komplek tersebut,” tuturnya, Kamis (25/4).

Saat ini, pihak desa sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Satpol PP Kabupaten Cianjur. Mereka ingin pengemis perempuan itu dibina karena telah meresahkan warga.

Seorang warga Perumahan Catur Siwi, Cianjur, Ranran mengungkapkan, pengemis perempuan itu masuk ke lingkungannya pada pukul 10.00 WIB. Diketahui perempuan itu sempat mengamuk serta mengumpat karena tidak diberi sedekah oleh warga.

Ranran memaparkan, pengemis itu datang dengan mengenakan pakaian putih bergaris hitam dengan kerudung berwarna krem. Pakaian tersebut persis sama dengan yang dikenakannya saat viral dengan aksi minta-minta dan marah-marah di Sukabumi.

“Sudah kita usir keluar lingkungan, tadi terakhir terpantau berjalan ke arah atas. Infonya sempat mau masuk ke komplek Puncak Manis tapi langsung diusir oleh satpam setempat,” terangnya.

Ranran berharap dinas sosial dan Satpol PP Kabupaten Cianjur segera bertindak untuk mengamankan pengemis perempuan itu agar tidak meresahkan warga. “Seharusnya gerak cepat, apalagi aksi pengemis ini kan sudah viral di sejumlah tempat. Jangan dibiarkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Yudi Suhartoyo mengaku belum menerima adanya laporan terkait kehadiran pengemis perempuan yang memaksa tersebut. Kedati begitu, ia berjanji akan melakukan pendataan dan pembinaan terhadap pengemis itu jika ditemukan.

“Untuk mengamankan pengemis perempuan ini, kewenangannya ada di aparat setempat, seperti ketua lingkungan, dan desa, baru dikoordinasikan dengan kita (Dinsos),” jelasnya.

50 kali dilihat, 1 kunjungan hari ini
Editor: Jekson Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *