apakabar.co.id, JAKARTA – Menghormati sesama pengguna jalan adalah hal wajib bagi para pengendara sepeda motor. Kita tidak boleh asal mendahului pengendara lain dan ‘menang sendiri’ saat naik motor.
Apalagi berkendara di jam-jam sibuk, yang bisa melelahkan baik secara fisik juga psikologis. Meskipun begitu, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Agus Sani mengimbau pengendara harus tetap sabar dalam segala kondisi.
“Pebgendara tidak dianjurkan asal mendahului, jika salah bisa berimbas pada cekcok sesama pengguna jalan bahkan fatalnya akan berakibat terjadinya kecelakaan,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin (26/8).
Oleh karena itu, ia memberikan beberapa hal yang harus dipersiapkan ketika akan mendahului kendaraan, baik dari segi teknis dan non teknis.
Ia juga menegaskan, jka hal ini dilakukan, sebagai pengendara motor bisa selamat sampai ke tujuan dan aman.
Faktor Teknis
Pastikan saat mendahului gunakan lampu sein, ini sebagai penanda bagi pengendara yang persis berada di belakang kita. Jangan langsung memotong jalur, karena berbahaya.
Pada saat ingin mendahuli kendaraan yang ada di depan, pastikan kondisi jalur. Jangan dipaksakan jika terlalu sempit, biasanya kondisi ini terjadi pada saat jalanan padat.
Marka jalan jangan diabaikan, jika ingin mendahului kendaraan lakukan pada marka jalan terputus-putus, bukan pada marka jalan tidak terputus.
Faktor Nonteknis
Bukan saat kondisi emosi, faktor emosional bisa sangat mempengaruhi kondisi kita untuk menyalip kendaraan secara tidak sabar dan asal ‘srobot’.
Sebaiknya, pada kondisi yang tenang supaya proses mendahului kendaraan bisa dilakukan dengan aman.
Fokus selalu saat berkendara, perhatikan sekeliling yang ada di jalan. Pandangan harus selalu menghadap kedepan, sembari sesekali memperhatikan sebelah kiri atau sebelah kanan dan cek spion untuk perhatikan kendaraan di belakang.
Pastikan kondisi fisik tidak lelah, kadang lelah sebabkan pengendara ingin terburu-buru sampai ke tempat tujuan.
Segeralah menepi dan istirahat sebentar, karena posisi lelah bisa berakibat pada hilangnya fokus berkendara.
“Jadi, jangan sembarang mendahului, baik pada kondisi jalan yang lengang ataupun padat. Ada faktor teknis dan non teknis yang harus selalu diperhatikan,” pungkas Agus.
Ia kembali mengingatkan untuk selalu mematuhi aturan rambu lalu lintas yang berlaku, juga selalu memperhatikan kelengkapan berkendara seperti menggunakan helm, sarung tangan, jaket serta membawa surat-surat berkendara.
“Tidak cuma perihal faktor teknis dan non-teknis yang harus diperhatikan, ketika naik motor jangan lupa untuk selalu memperhatikan kelengkapan berkendara dari ujung kepala sampai dengan ujung kaki, ditambah selalu membawa surat-surat berkendara dan perhatikan rambu yang berlaku,” tutup Agus.