OTOTEKNO

BYD Seal “Joget” Viral! Akbar Faizal Ngamuk, Bongkar Dugaan Buruknya Layanan Purnajual

Byd Seal. Foto: dok. Antara
Byd Seal. Foto: dok. Antara
apakabar.co.id, JAKARTA - Kasus dugaan masalah pada BYD Seal mendadak viral setelah diungkap oleh Akbar Faizal melalui media sosial hingga memicu sorotan publik luas.

Politisi tersebut mengaku mengalami masalah teknis serius pada mobil listrik barunya yang disebut mengalami gejala “oleng” atau “joget” sejak awal penggunaan. 

Mobil yang dibeli pada Desember 2025 itu tak kunjung menemukan solusi meski sudah dibawa ke bengkel resmi, bahkan disebut mengalami kesalahan analisa yang membuat kondisi semakin parah. 

Kekecewaan semakin memuncak karena proses penanganan dinilai berlarut-larut hingga lebih dari dua bulan tanpa kejelasan perbaikan yang memadai. 

Dalam pernyataannya, Akbar juga menyoroti adanya dugaan saling lempar tanggung jawab antara pihak pabrikan, leasing, asuransi, hingga bengkel yang ditunjuk. 

Situasi tersebut membuatnya merasa dirugikan sebagai konsumen, terutama karena mobil yang masih dalam kondisi bermasalah tetap harus dibayar cicilannya. 

Sebagai bentuk protes, ia akhirnya memutuskan menghentikan pembayaran cicilan pada April 2026 setelah sebelumnya masih mencoba membayar di bulan sebelumnya. 

Langkah ini justru memicu respons agresif dari pihak leasing yang disebut melakukan penagihan intensif melalui banyak nomor telepon hingga mengirimkan surat peringatan resmi. 

Tak tinggal diam, Akbar Faizal kemudian melayangkan somasi kepada tiga pihak sekaligus, yakni BYD Company, perusahaan pembiayaan, dan pihak asuransi. 

Ia juga meminta perhatian regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan untuk ikut turun tangan mengawasi praktik yang dinilai merugikan konsumen. 

Kasus ini menjadi sorotan karena dinilai tidak sejalan dengan citra premium yang selama ini dibangun oleh brand kendaraan listrik tersebut di Indonesia. 

Keluhan yang disampaikan secara terbuka oleh figur publik turut memicu diskusi luas mengenai pentingnya kualitas layanan purnajual di industri kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat.

Hingga kasus ini mencuat, persoalan tersebut berkembang menjadi perhatian publik sekaligus pengingat bahwa layanan aftersales menjadi faktor krusial selain teknologi dan harga dalam menentukan kepercayaan konsumen.