OTOTEKNO
Domain .ID Tembus 1,52 Juta, PANDI Siap Bawa Identitas Digital Indonesia ke ICANN87 Bali
apakabar.co.id, JAKARTA - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) genap berusia 20 tahun sekaligus menandai semakin kuatnya posisi domain .ID sebagai identitas digital Tanah Air.
Ketu PANDI, Isnawan Aslam menjelaskan, hingga 31 Juli 2026, jumlah domain .ID yang berada dalam pengelolaan PANDI telah mencapai 1.523.504 nama domain.
“Capaian dua dekade menjadi salah satu catatan penting sekaligus menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat infrastruktur internet nasional, keamanan domain, inovasi teknologi, serta kedaulatan digital Indonesia,” kata Isnawan dalam konferensi pers Dua Dekade Anniversary PANDI di SMESCO Startup Hub, Selasa (1/9).
Menurutnya, pertumbuhan jumlah domain .ID menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap identitas digital Indonesia.
“Pertumbuhan domain .ID hingga lebih dari 1,5 juta menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap identitas digital Indonesia,” terangnya.
Lebih jauh ia menerangkan bahwa ICANN87 Bali menjadi momentum bagi PANDI dan Indonesia untuk membawa capaian tersebut ke panggung global, memperkuat kolaborasi internasional.
“Hal tersebut sekaligus menunjukkan komitmen terhadap Internet yang aman, inklusif, dan multibahasa,” ujar Isnawan.
Pangsa Pasar .ID Makin Kuat
Pertumbuhan domain .ID juga tidak hanya terlihat dari jumlah registrasinya.
Pangsa pasar .ID di Indonesia juga meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, dari sekitar 36 persen menjadi 58 persen.
Artinya, lebih dari separuh pasar domain di Indonesia kini menggunakan identitas digital berbasis .ID.
Menariknya, penggunaan domain .ID juga mulai meluas ke luar negeri.
Sekitar 24 persen pengguna domain .ID tercatat berasal dari luar Indonesia.
“Ini menunjukkan bahwa identitas digital dengan ekstensi .ID mulai mendapatkan pengakuan di pasar global,” jelas Isnawan.
Isnawan kembali menerangkan, dari sisi ekosistem layanan, jumlah registrar terakreditasi PANDI juga mengalami pertumbuhan.
Ia menyebut, jika pada 2012 hanya terdapat 12 registrar aktif, kini jumlahnya telah mencapai 24 registrar terakreditasi.
“Dalam ekosistem itu, kami berperan sebagai registry, sementara registrar menjadi pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat dalam menyediakan layanan pendaftaran domain .ID,” terangnya.
Sistem Registri Mandiri Jadi Tonggak Kemandirian
Perjalanan PANDI juga ditandai dengan penguatan infrastruktur digital.
Salah satu tonggak penting terjadi pada 2020 ketika Sistem Registri Mandiri mulai beroperasi secara penuh.
Sistem tersebut dikelola langsung oleh PANDI untuk memperkuat aspek kemandirian, keamanan, keandalan, serta kedaulatan dalam pengelolaan domain .ID.
Infrastruktur DNS .ID kini diperkuat dengan total 378 DNS Server Anycast.
Jaringan tersebut mencakup node di Indonesia dan luar negeri, node APNIC, serta 330 node F.DNS.ID melalui PCH yang tersebar di 136 negara dan 338 data center di dunia.
Infrastruktur tersebut dirancang dengan mengedepankan aspek availability, reliability, dan recovery, sekaligus menerapkan prinsip no single point of failure.
Di waktu bersamaan, Sekretaris sekaligus Wakil Ketua PANDU, Ery Punta Hendraswara membeberkan kalau dari sisi performa layanan, DNS, WHOIS, dan RDAP mencatat realisasi Service Level Agreement (SLA) sebesar 100 persen.
Sementara Sistem Registri Mandiri mencatat SLA 99,95 persen. PANDI juga mempertahankan sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2022 dan ISO 9001:2015 sebagai bagian dari upaya menjaga standar keamanan informasi dan kualitas layanan,” tuturnya.
Ribuan Serangan dan Puluhan Ribu Kasus Domain Abuse
Di sisi lain, Ery menerangkan bahwa pertumbuhan ekosistem digital juga diikuti tantangan keamanan yang semakin kompleks.
“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, pusat keamanan PANDI mencatat 77.517 serangan,” ungkapnya.
Meski demikian, Ery menyebut tidak terdapat insiden berisiko tinggi yang tidak tertangani dalam periode tersebut.
Pada periode yang sama, IDADX mencatat 32.359 kasus domain abuse.
“Kasus terbanyak berasal dari judi online sebanyak 24.550 kasus, disusul phishing sebanyak 6.495 kasus, malware 961 kasus, serta kategori lainnya sebanyak 342 kasus,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kemampuan deteksi, PANDI mengembangkan aplikasi BIMA v2.0 berbasis kecerdasan buatan.
Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan crawling sekaligus mendeteksi potensi penyalahgunaan domain .ID secara lebih efektif.
Bawa Aksara Lokal ke Internet Global
Peran PANDI tidak berhenti pada pengelolaan domain tapi juga mengembangkan sejumlah program riset dan inovasi.
PANDI mengembangkan Registry Service Provider, IDCHAIN, Internationalized Domain Names (IDN), serta penguatan IDADX.
Pengembangan IDN menjadi salah satu bagian penting karena memungkinkan penggunaan nama domain dengan karakter non-Latin.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan internet yang lebih inklusif terhadap bahasa dan aksara lokal Indonesia.
Saat ini, SLD Aksara Bali telah live dengan modul verifikasi aktif.
Sementara Label Generation Rules untuk Aksara Jawa dan Pegon telah disetujui oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
ICANN87 Bali Jadi Panggung Global Indonesia
Momentum 20 tahun PANDI semakin penting karena Indonesia akan menjadi tuan rumah ICANN87 Annual General Meeting pada 17–22 Oktober 2026 di Bali.
Forum tata kelola internet global tersebut akan mempertemukan komunitas internet dari berbagai negara dalam format multistakeholder.
PANDI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (KOMDIGI) menjadi bagian dari penyelenggaraan lokal ICANN87 di Bali.
Agenda tersebut diproyeksikan menghadirkan sekitar 2.000–2.500 peserta dari lebih dari 180 negara.
Pesertanya berasal dari berbagai unsur ekosistem internet global, mulai dari registry, registrar, industri DNS, pemerintah, dunia usaha, hingga supporting organizations dan advisory groups ICANN.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Jamuan Resmi Selebrasi Aksara Indonesia pada 19 Oktober 2026.
Mengusung tema “The Multilingual Internet: Celebrating Scripts, Culture, and Identity”, agenda tersebut akan menggabungkan forum komunitas internet global dengan promosi budaya Indonesia.
Momentum itu sekaligus akan menjadi bagian dari peluncuran Internationalized Domain Names untuk Aksara Bali, Aksara Jawa, dan Aksara Pegon.
Rangkaian ICANN87 Bali juga akan diisi Governmental Advisory Committee Gala Dinner dan ccNSO Gala Dinner yang mempertemukan komunitas pemerintahan serta pengelola country-code top-level domain dari berbagai negara.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH