OTOTEKNO
Geely Mulai Perakitan Lokal EX2, TKDN 46,5 Persen dan Produksi 60 Unit per Hari
apakabar.co.id, JAKARTA - Geely Auto Indonesia resmi memulai perakitan lokal Geely EX2 di Purwakarta, Jawa Barat.
Model ini menjadi kendaraan ketiga yang dirakit secara lokal oleh pabrikan otomotif asal Tiongkok ini.
Perakitan lokal ini sekaligus menegaskan keseriusan Geely dalam membangun basis kendaraan listrik (EV) di Tanah Air.
Perakitan Geely EX2 dilakukan melalui kerja sama strategis dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta.
Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 60 unit per hari, dan menjadi bagian penting dari ekspansi manufaktur Geely di Indonesia.
Sebelumnya juga telah dirakit model Starray EM-i pada September 2025 dan Geely EX5.
Proses perakitan lokal EX2 sendiri telah diawali dengan tahap trial production sejak Mei 2025.
Lebih dari 1.000 SPK, Harga Segera Diumumkan
Sejak program pre-booking dibuka pada November 2025, Geely EX2 disebut mendapatkan sambutan positif dari pasar.
Hingga kini, tercatat lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) telah dibukukan.
“Dengan strategi lokalisasi dan TKDN mencapai 46,5 persen. kami optimistis dapat menghadirkan kendaraan listrik berkualitas global yang dirakit di dalam negeri,” ujar Wu Chuxing, CEO Geely Auto Indonesia, dalam siaran resminya, Sabtu (17/1).
Tak sekadar perakitan, Geely juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui kolaborasi dengan Gotion, produsen lokal untuk pemasokan battery cell Geely EX2.
Langkah ini dinilai strategis dalam membangun value chain industri baterai yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
Dari sisi teknologi, baterai EX2 mengadopsi Cell-to-Pack (CTP) yang dipadukan dengan Geely Battery Safety System serta sistem pendingin cairan.
Seluruh standar keselamatan dan sertifikasi tetap mengacu pada protokol global Geely.
Standar Global dan Transfer Teknologi
Untuk menjaga kualitas produksi, Geely menerapkan Geely Manufacturing Enterprise System (GMES) di lini perakitan lokal.
Setiap unit EX2 juga menjalani pengujian ketat, termasuk validasi performa Advanced Driver Assistance System (ADAS) dalam berbagai kondisi berkendara.
Selain itu, dilakukan juga pelatihan teknis intensif, knowledge sharing, serta pendampingan langsung dari tim global kepada tenaga kerja lokal.
Upaya ini menjadi bagian dari transfer teknologi dan peningkatan kompetensi manufaktur dalam negeri.
Geely EX2 sebelumnya telah dipasarkan di Tiongkok dengan nama Geely Xingyuan dalam konfigurasi setir kiri (LHD).
Sepanjang 2025, model tersebut mencatat penjualan lebih dari 465 ribu unit, menjadikannya salah satu EV terlaris Geely.
Dengan rekam jejak tersebut, Geely optimistis EX2 mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat urban Indonesia yang mengutamakan desain modern, efisiensi, dan teknologi ramah lingkungan.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH