(electric vehicle/EV) diprediksi bakal semakin populer dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan perkembangan infrastruktur pengisian daya serta teknologi baterai yang makin canggih, perjalanan jarak jauh dengan EV kini disebut semakin aman dan nyaman.
Hal ini juga ditegaskan oleh Direktur OLXMobbi, Agung Iskandar yang menilai ekosistem kendaraan listrik di Indonesia berkembang cukup pesat sehingga perjalanan mudik dengan EV bukan lagi hal yang mengkhawatirkan.
“Dengan perkembangan jarak tempuh kendaraan listrik dan infrastruktur charging yang terus bertambah, kekhawatiran soal range anxiety sebenarnya mulai berkurang. Yang penting pengguna memahami strategi perjalanan dan pengisian daya,” ujar Agung dalam acara Media Iftar Meetup Ngabuburit OLXMobbi di Jakarta, Kamis (5/3).
Rute Mudik Populer Sudah Dalam Jangkauan EV
Dalam pemaparan mengenai tren mudik EV 2026, Agung menyebut bahwa beberapa rute favorit pemudik sebenarnya sudah sangat memungkinkan ditempuh oleh mobil listrik modern.
Beberapa rute tersebut antara lain Jabodetabek – Jawa Tengah dengan jarak sekitar 350 – 500 km, serta Jabodetabek – Jawa Timur yang berjarak sekitar 650 – 850 km.
“Dengan jarak tempuh mobil listrik yang semakin jauh, perjalanan tersebut bisa dilakukan dengan beberapa kali pengisian daya di sepanjang jalur tol Trans Jawa yang kini sudah memiliki banyak SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum),” pungkasnya.
Jarak Tempuh EV Semakin Jauh
Teknologi baterai menjadi faktor utama yang membuat mobil listrik semakin layak dipakai untuk perjalanan jauh seperti mudik.
Saat ini, rata-rata jarak tempuh EV dibagi dalam beberapa kategori:
• EV perkotaan: sekitar 180 – 320 km
• EV mainstream: sekitar 350 – 500 km
• EV premium: bisa mencapai 600 – 800 km
“Artinya, untuk perjalanan menengah seperti Jakarta ke Semarang, mobil listrik mainstream pun sebenarnya sudah cukup memadai jika strategi pengisian daya dilakukan dengan benar,” jelas Agung.
Infrastruktur Charging Terus Bertambah
Selain kemampuan baterai, faktor penting lain adalah jumlah stasiun pengisian daya.
Data terbaru menunjukkan saat ini populasi mobil listrik sekitar 103.931 unit dengan jumlah SPKLU sekitar 4.778 unit.
Saat ini rasio kendaraan listrik terhadap SPKLU berada di kisaran 1:21, sementara rasio idealnya sekitar 1:10.
Meski masih berkembang, jumlah stasiun pengisian ini terus meningkat terutama di jalur-jalur mudik utama.
Tips Mudik Aman dengan Mobil Listrik
Agar perjalanan mudik dengan EV berjalan lancar, ada beberapa strategi penting yang disarankan.
1. Persiapan Kendaraan Sebelum Berangkat
• Cek kesehatan baterai (State of Health/SoH)
• Lakukan update software kendaraan jika tersedia
• Pastikan membawa charger kit atau kabel pengisian
2. Strategi Pengisian Daya
• Jangan biarkan baterai turun di bawah 20%
• Saat mengisi daya di SPKLU, cukup sampai 80% untuk efisiensi waktu
• Rencanakan titik pengisian sebelum perjalanan
3. Berkendara Secara Efisien
• Jaga kecepatan stabil
• Manfaatkan regenerative braking
• Gunakan AC secara bijak agar konsumsi energi tetap efisien
Menurut Agung, pemahaman pengguna terhadap karakter mobil listrik menjadi kunci agar perjalanan jauh tetap nyaman.
“Kalau strategi charging dan gaya berkendara diperhatikan, perjalanan jauh seperti mudik tidak lagi menjadi masalah bagi mobil listrik,” imbuhnya.
Mudik EV Diprediksi Jadi Tren Baru
Dengan peningkatan teknologi baterai, bertambahnya SPKLU di jalur tol, serta semakin banyaknya model mobil listrik di Indonesia, mudik menggunakan EV diprediksi akan menjadi tren baru dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan beralih ke mobil listrik, faktor kemampuan perjalanan jarak jauh kini tidak lagi menjadi penghalang utama.
Justru, dengan biaya energi yang lebih efisien serta pengalaman berkendara yang senyap dan nyaman, EV mulai dilirik sebagai kendaraan ideal untuk perjalanan keluarga, termasuk saat musim mudik.