OTOTEKNO
Tabrakan Beruntun Masih Sering Terjadi, Auto2000 Ungkap Pemicu dan Cara Mencegahnya
apakabar.co.id, JAKARTA - Tabrakan beruntun masih menjadi salah satu kecelakaan yang kerap terjadi di jalan raya, terutama ketika arus lalu lintas padat dan kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.
Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan pada sejumlah kendaraan, tetapi juga dapat memicu kemacetan panjang ketika terjadi di jalan tol maupun ruas jalan utama.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara mengungkapkan bahwa kecelakaan beruntun dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perilaku pengemudi hingga kondisi kendaraan yang tidak prima.
Menurutnya, tabrakan beruntun kerap terjadi lantaran pengguna kendaraan tidak patuh aturan lalu lintas seperti menjadi lane hogger, mengemudi di kecepatan yang tidak sesuai, tidak menjaga jarak aman, dan mengemudi di bahu jalan.
“Pastikan mobil dalam kondisi prima supaya dapat mencegah kecelakaan dengan servis berkala di bengkel Auto2000,” terang Tara, dalam siaran resminya, Sabtu (5/9).
Salah satu pemicu yang masih sering ditemukan adalah pengemudi menjadi lane hogger atau menggunakan lajur kanan dengan kecepatan rendah meskipun tidak sedang melakukan aktivitas mendahului.
Kondisi tersebut dapat menghambat kendaraan lain dan membuat perbedaan kecepatan antarkendaraan semakin besar.
Faktor lain yang tidak kalah berbahaya adalah kebiasaan tidak menjaga jarak aman, terutama ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Ketika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak, pengemudi yang terlalu dekat akan memiliki waktu lebih sedikit untuk bereaksi sehingga risiko tabrakan semakin besar.
Selain itu, bahu jalan tol juga bukan tempat untuk melaju secara normal karena diperuntukkan bagi kondisi darurat.
Kendaraan yang melaju kencang di bahu jalan berisiko menabrak mobil yang sedang berhenti karena mengalami gangguan atau keadaan darurat.
Penggunaan ponsel saat mengemudi juga dapat mengurangi konsentrasi dan membuat pengemudi terlambat mengetahui perubahan kecepatan kendaraan di depannya.
Bahkan, kehilangan fokus sesaat dapat membuat mobil berpindah lajur atau mengalami perubahan kecepatan tanpa disadari.
Rasa kantuk menjadi ancaman lain yang tidak boleh diremehkan karena pengemudi dapat kehilangan kendali hanya dalam waktu singkat.
Begitu pula dengan kebiasaan berpindah lajur tanpa memperhatikan kondisi di sekitar kendaraan.
Pengemudi perlu memastikan kondisi lajur melalui spion dan menggunakan lampu sein sebelum berpindah lajur, terutama ketika hendak masuk ke lajur yang memiliki kecepatan lebih tinggi.
Pelanggaran aturan lalu lintas juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk mengabaikan batas kecepatan, larangan menyalip, hingga marka jalan yang melarang kendaraan berpindah lajur.
Selain faktor pengemudi, kondisi kendaraan juga memiliki peran penting dalam mencegah tabrakan beruntun.
Salah satunya adalah memastikan seluruh lampu mobil berfungsi dengan baik, terutama lampu rem.
Lampu rem yang tidak berfungsi dapat membuat pengemudi di belakang tidak memperoleh informasi bahwa kendaraan di depannya sedang melakukan pengereman.
Untuk mengurangi risiko terlibat tabrakan beruntun, pengemudi dapat menerapkan sejumlah prinsip defensive driving.
Cara paling sederhana adalah menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menggunakan teknik berhitung tiga detik.
Teknik tersebut memberikan waktu bagi pengemudi untuk merespons ketika kendaraan di depan tiba-tiba melakukan pengereman.
Namun, jarak aman perlu ditambah ketika kecepatan kendaraan semakin tinggi atau ketika kondisi jalan kurang ideal.
Pengemudi juga sebaiknya mengikuti batas kecepatan yang berlaku dan menyesuaikannya dengan kondisi lalu lintas.
Mengemudi terlalu cepat dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan ketika muncul situasi darurat, sedangkan melaju terlalu lambat di lajur yang tidak sesuai juga dapat mengganggu kendaraan lain.
Kebiasaan menjadi lane hogger juga perlu dihindari dengan kembali ke lajur tengah atau kiri setelah selesai mendahului kendaraan lain.
Selama berkendara, pengemudi juga harus menjaga fokus dan memperluas pandangan terhadap kondisi di sekitar kendaraan.
Ponsel maupun aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatian sebaiknya disimpan selama mobil berjalan.
Spion juga perlu diperiksa secara berkala untuk mengetahui kondisi kendaraan di belakang, terutama sebelum melakukan pengereman atau berpindah lajur.
Tidak kalah penting, kondisi mobil harus selalu dijaga melalui servis berkala.
Pemeriksaan rutin memastikan berbagai komponen penting kendaraan, termasuk sistem pengereman, ban, lampu, serta komponen pendukung lainnya tetap bekerja sebagaimana mestinya.
Anda dapat melakukan servis berkala di bengkel resmi atau memanfaatkan layanan THS – Auto2000 Home Service melalui Auto2000 Digiroom.
Editor:
DENNY FIRMANSYAH
DENNY FIRMANSYAH