OTOTEKNO

Waspada Ban Mobil Pecah di Jalan, Ini Tips Agar Berkendara Tetap Aman

Waspada Ban Mobil Pecah di Jalan, Ini Tips Agar Berkendara Tetap Aman. Foto: dok. Auto2000
Waspada Ban Mobil Pecah di Jalan, Ini Tips Agar Berkendara Tetap Aman. Foto: dok. Auto2000
apakabar.co.id, JAKARTA - Ban mobil kerap dianggap sepele, padahal komponen inilah yang menjadi satu-satunya penghubung kendaraan dengan aspal.

Kurangnya perhatian terhadap kondisi ban bisa berujung pada risiko serius, salah satunya ban pecah di tengah perjalanan—situasi berbahaya yang berpotensi memicu kecelakaan.

Faktanya, pecah ban tidak selalu disebabkan kualitas ban yang buruk.

Perawatan yang kurang tepat, terutama soal tekanan udara, justru menjadi penyebab paling umum.

Hal ini diungkapkan oleh Aries Budiarto, selaku Technical Leader Aftersales Auto2000.

 “Tekanan udara ban yang kurang merupakan pemicu utama pecah ban. Padahal, menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi Toyota adalah langkah paling sederhana namun sangat krusial,” jelas Aries dalam keterangan resminya, Jumat (16/1).


Tekanan Ban Tidak Ideal, Masalah Bisa Berantai


Tekanan udara ban yang sesuai berperan penting dalam menjaga bidang kontak telapak ban agar tetap optimal.

Selain itu, tekanan yang pas membantu dinding ban menopang bobot kendaraan dan meredam berbagai gaya saat mobil melaju, berbelok, hingga mengerem.

Sebaliknya, ban yang kempis akan menimbulkan serangkaian masalah yang kerap tidak disadari pengemudi.


Dampak Ban Kempis yang Perlu Diwaspadai


1. Kontak Ban Tidak Merata
Saat tekanan udara kurang, beban kendaraan tidak lagi tertumpu merata. Telapak ban cenderung menekan di bagian pinggir, sehingga ban aus lebih cepat di sisi luar dan dalam. Pengendalian mobil pun menjadi lebih berat dan kurang presisi.

2. Dinding Ban Bekerja Terlalu Keras
Ban kempis membuat dinding ban bergerak naik-turun secara berlebihan. Akibatnya, kenyamanan menurun dan mobil terasa goyang. Pada kondisi tertentu, mobil juga bisa menarik ke satu sisi, terutama saat akselerasi atau pengereman.

3. Risiko Ban Lepas hingga Pecah

Jika terus dibiarkan, struktur kawat baja di dinding ban dapat rusak. Dalam kondisi ekstrem, ban bahkan bisa terlepas dari pelek. Risiko paling berbahaya adalah ban pecah tanpa gejala jelas, akibat bibir pelek menyayat dinding ban saat mobil membawa muatan penuh atau digunakan perjalanan jauh.


Langkah Sederhana Mencegah Ban Pecah


Agar kejadian serupa tidak terjadi, Auto2000 membagikan beberapa tips perawatan ban yang mudah dilakukan namun sering diabaikan.

1. Rutin Cek Tekanan Udara Ban
Tekanan ban ideal dapat dilihat pada stiker di pilar B sisi pengemudi atau buku manual kendaraan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pagi hari saat ban masih dingin. Minimal, lakukan pengecekan seminggu sekali atau manfaatkan tire pressure monitor untuk kemudahan.

2. Perhatikan Kondisi Fisik Ban
Pastikan ketebalan ban masih di atas indikator TWI, tidak ada benjolan, sobekan, atau kerusakan di dinding ban. Tutup pentil juga wajib terpasang agar tekanan udara tetap stabil.

3. Berkendara dengan Lebih Halus
Gaya mengemudi agresif, sering mengerem mendadak, atau menerjang lubang dan polisi tidur dengan kecepatan tinggi dapat mempercepat kerusakan ban. Mengemudi dengan halus bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan.

4. Gunakan Ban Sesuai Spesifikasi Standar
Mengganti ban dengan ukuran atau spesifikasi berbeda demi tampilan atau harga lebih murah bisa berdampak pada kenyamanan dan keamanan. Spesifikasi ban sudah dirancang sesuai karakter kendaraan dan beban kerja yang harus ditanggung.

Sebagai solusi, Auto2000 menyarankan penggantian ban di bengkel resmi agar spesifikasi tetap sesuai. Selain itu, pelanggan juga mendapatkan layanan spooring dan balancing gratis untuk ban baru.


Perawatan Mudah, Berkendara Lebih Tenang


Sejalan dengan visi “Life is Easy with Auto2000”, bengkel Auto2000 siap membantu pelanggan dalam merawat hingga mengganti ban dengan aman dan nyaman.

Melalui aplikasi Auto2000 Digiroom, pelanggan juga berkesempatan memperoleh 20.000 Astrapoints setiap servis berkala yang mencakup pengecekan, spooring, dan balancing ban.

Dengan perawatan sederhana dan perhatian rutin, risiko ban pecah dapat ditekan, perjalanan pun terasa lebih aman dan tenang.