NEWS
KPAI Minta Penyaluran MBG dengan Pendekatan Ramah Anak
apakabar.co.id, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pelaksanaan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak.
"Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus hadir dengan pendekatan ramah anak, bukan sekadar instruksi yang melibatkan aparat keamanan," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra di Jakarta, Selasa (27/1).
Dia mengatakan hal itu menanggapi pemberitaan kepala SPPG di Banyuwangi yang mengeluh kesulitan dalam meningkatkan jumlah penerima manfaat MBG di kecamatan setempat karena beberapa sekolah elite menolak menerima MBG, meski kepala SPPG itu melibatkan danramil dan kapolsek dalam menyalurkan MBG.
"Dinamika di lapangan, seperti adanya narasi penolakan dari sekolah maupun anak, harus disikapi dengan pendekatan psikologis dan medis, bukan sekadar komando birokrasi," katanya.
KPAI juga menyarankan agar BGN dan SPPG memiliki basis data berupa rekam medis Angka Kecukupan Gizi (AKG) setiap anak penerima MBG.
Hal ini penting agar program MBG tidak bersifat satu ukuran untuk semua, melainkan tepat sasaran sesuai kondisi kesehatan masing-masing anak. Pasalnya, katanya, tren kesehatan anak saat ini mengkhawatirkan.
Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), 15-20 persen anak usia sekolah mengalami gejala maag atau lambung akut.
Ia menjelaskan peningkatan kasus hipertensi, diabetes, dan obesitas pada usia dini akibat konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) berlebih dari makanan olahan.
"Jika kita punya rekam medis AKG dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga kuliah, MBG akan menjadi instrumen penyelamat generasi. Kita bisa mendeteksi dini anak yang malnutrisi, obesitas, hingga yang memiliki gangguan tiroid atau anemia," katanya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

