EKBIS

Pacu Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Pakar: Perkuat Industri-Investasi

Foto ilustrasi aktivitas industri. Foto: Business Times
Foto ilustrasi aktivitas industri. Foto: Business Times
apakabar.co.id, JAKARTA - Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Sahara menilai penguatan berbagai sektor industri hingga investasi yang berkelanjutan menjadi dua faktor penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga enam persen pada akhir 2026.

Berdasarkan perhitungannya, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi enam persen, pemerintah harus mampu mendorong pertumbuhan sektor pertanian 3,8 persen. Kemudian sektor industri harus mampu didorong 4,6 persen, dan sektor jasa harus mampu didorong 7,8 persen.

Secara historis, ia mengatakan sektor pertanian saat ini masih tumbuh di angka 3,5 persen, sektor industri 4,0 persen, dan sektor pariwisata sebesar 6,3 persen.

"Artinya apa? Itu pekerjaan yang besar bagi pemerintah tentu saja bagaimana mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang ditargetkan tadi dengan mendorong pertumbuhan sektoral," ujarnya dalam diskusi daring bertajuk "Mengupas Nota Keuangan RAPBN 2027" di Jakarta, Jumat (14/8).
Sahara yang juga Research Associate CORE Indonesia itu selain menyoroti pertumbuhan secara sektoral, juga mengingatkan pentingnya investasi yang dibarengi dengan kepastian hukum bagi investor.

"Tetapi poin yang paling penting di sini adalah bagaimana kepastian usaha, sehingga para investor itu ketika ingin beroperasi di Indonesia benar-benar mendapatkan kepastian hukum terkait dengan investasi yang mereka lakukan," kata Sahara.

Menurut dia, investasi memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang positif seperti pembukaan lapangan kerja formal bagi masyarakat, penggerak roda perekonomian, dan pendorong produktivitas dan daya saing melalui teknologi dan inovasi.

"Ketika perusahaan ingin melakukan ekspansi usaha, mereka juga memerlukan mesin-mesin dan nanti itu akan menyerap tenaga kerja, sehingga melalui multiplier effect, pertumbuhan itu akan bisa ditingkatkan," ujar Sahara.
"Maka, dalam konteks ini kami tentu saja mendorong agar pemerintah bisa meningkatkan pengeluarannya itu untuk research and development proyek-proyek multi-years, yang bisa menghasilkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan pertumbuhan sektoral yang tadi diperlukan," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan 2026 saat Sidang Tahunan MPR Tahun 2026, mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa mencapai angka enam persen jika dijalankan dengan kebijakan yang tepat dan rasional.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 sendiri tercatat tumbuh 5,61 persen, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen.