NEWS

PDIP Terjunkan Armada Bus Baguna untuk Perkuat Respons Bencana

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, bersama Ketua DPP PDIP Dedi Sitorus dan Ribka Tjiptaning memberangkatkan tiga unit bus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, bersama Ketua DPP PDIP Dedi Sitorus dan Ribka Tjiptaning memberangkatkan tiga unit bus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
apakabar.co.id, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, bersama Ketua DPP PDIP Dedi Sitorus dan Ribka Tjiptaning memberangkatkan tiga unit bus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). Pelepasan armada kemanusiaan tersebut dilakukan di Kantor Megawati Institute, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).

Armada bus Baguna tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan evakuasi, distribusi logistik, serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia, seiring meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa waktu terakhir.

Hasto mengatakan bahwa Baguna telah menjadi bagian dari kerja-kerja partai sejak lama, tidak hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga sebagai upaya mitigasi. Menurutnya, kondisi geografis Indonesia menuntut kesiapsiagaan tinggi terhadap potensi bencana.

“Baguna itu sejak awal memang dihadirkan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana oleh partai. Kita hidup di wilayah Ring of Fire, dan Indonesia adalah negara kepulauan, bukan negara kontinental. Artinya, risiko bencana selalu ada dan harus diantisipasi,” ujar Hasto.

Hasto menjelaskan bahwa meningkatnya bencana alam tidak dapat dilepaskan dari persoalan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan dan perlindungan alam.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyinggung kebijakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait moratorium hutan serta pembatasan izin bagi pengusaha untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekologi.

“Ketika Ibu Mega mengambil kebijakan moratorium hutan dan tidak memberikan izin kepada pengusaha-pengusaha untuk pengembangan sawit, itu bukan keputusan yang mudah. Namun, itu adalah langkah terobosan yang penting, karena kita harus jujur melihat bahwa bumi ini sudah menderita,” katanya.

Hasto menambahkan, perlindungan lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana jangka panjang. Tanpa kebijakan yang tegas terhadap eksploitasi alam, risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan akan terus meningkat.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Dedi Sitorus menyatakan bahwa Baguna merupakan garda terdepan dalam kerja-kerja kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa kehadiran partai tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga saat masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana.

Ribka Tjiptaning menambahkan bahwa penguatan armada dan sumber daya Baguna akan terus dilakukan agar respons terhadap bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Dengan diberangkatkannya tiga unit bus Baguna tersebut, diharapkan dukungan evakuasi dan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih optimal.