EKBIS
Wamenaker Ajak Daerah Siapkan Kompetensi SDM "Green Jobs"
apakabar.co.id, JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak pemerintah daerah mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi pergeseran pasar kerja, termasuk pekerjaan ramah lingkungan (green jobs).
Wamenaker mengatakan green jobs diperkirakan semakin berkembang seiring transformasi usaha dan penerapan prinsip keberlanjutan.
“Zaman sekarang sudah berbeda. Saya meminta daerah-daerah untuk fokus pada pekerjaan baru, yaitu green jobs,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8).
Menurut dia, pergeseran aktivitas ekonomi turut melahirkan profesi baru dengan tuntutan keahlian yang berbeda.
Kondisi itu ia sebut perlu diantisipasi dengan pemetaan potensi usaha setempat agar pendidikan dan pelatihan dapat diarahkan pada bidang yang memiliki peluang penyerapan.
Lebih lanjut, Afriansyah menjelaskan kesiapan menghadapi dinamika pasar kerja tidak hanya ditujukan bagi lulusan baru (fresh graduate).
Pekerja yang telah berada di lingkungan profesional juga perlu mendapat kesempatan meningkatkan keahlian (upskilling) atau mempelajari kemampuan baru (reskilling) sesuai perkembangan profesinya.
Kemnaker, kata dia, siap membantu melalui satuan pelayanan pelatihan yang berada di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun pembelajaran yang selaras dengan karakter ekonomi lokal dan peluang pekerjaan yang tersedia.
Afriansyah juga menyebut penyusunan materi pelatihan juga perlu melibatkan perusahaan. Kesenjangan antara kemampuan lulusan dan kualifikasi yang ditetapkan pemberi kerja atau mismatch masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan.
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah setempat perlu mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pendidikan melalui skema link and match. Pola tersebut dapat diterapkan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat agar pembelajaran memiliki keterkaitan langsung dengan dunia profesional.
Keterlibatan perusahaan, lanjutnya, juga diperlukan agar peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis.
“Mereka juga perlu mengenal standar pekerjaan, budaya profesional, serta keterampilan praktis yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.
Upaya menyiapkan sumber daya manusia juga ia sebut berkaitan dengan investasi. Kehadiran penanam modal dapat memberikan peluang ekonomi baru, tetapi manfaatnya akan lebih besar apabila tersedia calon pekerja dengan keahlian yang sesuai bidang usaha yang berkembang.
Untuk itu, pemetaan sektor ekonomi perlu dilakukan sejak awal. Hasil pemetaan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan jenis pelatihan yang relevan, termasuk untuk menghadapi kebutuhan profesi yang muncul akibat otomatisasi, teknologi, dan penerapan praktik ramah lingkungan.
“Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri,” pungkasnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY


