SPORT

Indonesia Gagal Bawa Gelar Juara dari Malaysia Open 2026

Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat bertanding di Malaysia Open 2026, Sabtu (11/1). Foto: PBSI
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, saat bertanding di Malaysia Open 2026, Sabtu (11/1). Foto: PBSI
apakabar.co.id, JAKARTA - Indonesia dipastikan pulang tanpa gelar juara Malaysia Open 2026 usai seluruh wakil Merah Putih gagal menembus partai final. 

Turnamen pembuka kalender BWF Super 1000 itu berakhir pahit bagi Indonesia usai dua wakil terakhir tersingkir di babak semifinal di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (10/1).

Harapan terbesar Indonesia di sektor tunggal putra pupus setelah Jonatan Christie harus mengakui keunggulan unggulan Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dalam dua gim langsung 16-21 dan 16-21 di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

Jonatan tampil cukup kompetitif di awal laga, namun kesabaran dan konsistensi Kunlavut menjadi pembeda. Pemain peringkat atas dunia itu mampu memanfaatkan celah kesalahan Jonatan, terutama pada momen-momen krusial setelah reli panjang.


“Pertama, bersyukur dulu, Puji Tuhan tidak ada cedera dan segala macam. Saya harus akui, hari ini Kunlavut bermain lebih sabar,” ujar Jonatan.

Menurut Jonatan, kesalahan sendiri masih menjadi persoalan utama yang harus segera dibenahi. Beberapa poin yang seharusnya bisa diamankan justru terbuang sia-sia dan memberikan keuntungan cepat bagi lawan.

“Beberapa kali rally panjang saya sudah bisa ambil poin, tapi poin berikutnya saya masih gampang memberikan poin ke dia dengan sangat cepat. Itu yang cukup jelas dan jadi pekerjaan rumah untuk saya,” lanjutnya.

Meski gagal melangkah ke final, Jonatan menilai pencapaiannya di Malaysia Open 2026 tetap memberi banyak pelajaran penting. 

Baginya, menembus semifinal turnamen Super 1000 menjadi modal berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri menatap turnamen berikutnya.

“Secara keseluruhan sejauh ini cukup baik. Saya tahu di mana kesalahannya dan saya tahu harus bermain seperti apa. Sampai semifinal cukup oke, ini jadi boost motivasi dan percaya diri juga,” kata Jonatan.

“Pekerjaan rumah memang masih ada, dan mudah-mudahan bisa cepat teratasi supaya ke depan bisa bermain lebih baik lagi,” tambahnya.

Nasib serupa dialami wakil Indonesia di sektor ganda putra. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri gagal menyusul ke final setelah dikalahkan pasangan tuan rumah Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam pertarungan dua gim langsung yang ketat, 21-23 dan 18-21.

Fajar/Fikri sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit, terutama pada gim pertama. Namun dukungan publik tuan rumah serta ketenangan Aaron/Soh di poin-poin akhir membuat ganda Malaysia itu keluar sebagai pemenang.


Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Indonesia tanpa gelar di Malaysia Open 2026, menandai awal musim yang masih membutuhkan evaluasi di berbagai sektor.

Meski demikian, hasil semifinal di turnamen pembuka musim ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran penting bagi tim Indonesia untuk memperbaiki konsistensi, mengurangi kesalahan sendiri, dan meningkatkan ketahanan mental dalam laga-laga besar ke depan.

Selanjutnya, tim bulu tangkis Indonesia akan melanjutkan perjuangannya di India Open 2026 yang berlangsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, 13-18 Januari mendatang.