EKBIS

Rupiah Mulai Menguat, Industri Otomotif Semringah

GAC Group Pamer Smart Eco-Factory, Produksi Mobil Cuma 53 Detik per Unit. Foto: dok. GAC
GAC Group Pamer Smart Eco-Factory, Produksi Mobil Cuma 53 Detik per Unit. Foto: dok. GAC
apakabar.co.id, JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi angin segar yang dinilai dapat memberikan dampak berlapis bagi industri otomotif nasional.

Ketua Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan penguatan rupiah membawa sejumlah efek positif terhadap produk-produk otomotif, termasuk menjaga stabilitas harga kendaraan di pasar domestik. Kondisi tersebut, kata Jongkie, diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja sektor tersebut sepanjang tahun ini.

“Kami sangat senang akan penguatan rupiah, karena banyak dampak positifnya terhadap produk-produk otomotif, produsen tidak perlu menyesuaikan harga,” katanya di Jakarta, Rabu (17/6).
Jongkie mengungkap, dampak lanjutan dari penguatan rupiah yang terus berlangsung terhadap industri otomotif akan dirasakan secara luas dan memiliki dampak turunan yang berlapis bagi industri.

Gaikindo menilai penguatan mata uang domestik dapat membantu pelaku industri menghindari penyesuaian harga kendaraan, sehingga daya beli masyarakat berpotensi terjaga.

Kondisi itu juga diharapkan mendorong peningkatan penjualan kendaraan, pertumbuhan produksi, serta menjaga keberlangsungan tenaga kerja di sektor otomotif.

“Pastinya ini adalah angin segar, mudah-mudahan angka penjualan bisa meningkat, produksi bertambah, tidak perlu ada PHK (pemutusan hubungan kerja), dan lain-lain," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Jongkie mengatakan hingga saat ini Gaikindo masih mempertahankan target penjualan mobil baru nasional pada tahun ini sebesar 850.000 unit.

“Masih tetap 850.000 unit,” imbuhnya.
Dengan target yang tidak berubah tersebut, industri otomotif berharap momentum penguatan rupiah dapat menjadi faktor pendukung bagi pencapaian penjualan kendaraan nasional sepanjang 2026.

Diketahui, nilai tukar rupiah pada Senin (15/6) bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.860 per dolar AS. Sebelumnya nilai tukar rupiah juga sempat melemah di kisaran Rp18.000 lebih per dolar AS.

Hingga Rabu sore, nilai tukar rupiah mencapai Rp17.758 per dolar AS.