EKBIS
Airlangga Pede Industri Tekstil RI Bakal Bangkit
apakabar.co.id, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan industri tekstil Indonesia akan reborn dengan memperkuat sektor midstream (menengah).
“Jadi kita akan reborn industri di midstream terutama di sektor tengah. Pembuatan kain, pembuatan benang, kemudian cetak, dyeing, and finishing, karena selama ini hulu dan tengahnya agak terpotong,” ujarnya dalam agenda The World Engineering Day for Sustainable Development 2026 di Jakarta, Rabu (4/2).
Pemerintah akan membentuk badan usaha milik negara (BUMN) baru khusus sektor tekstil, yang menjadi arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Alasannya, industri tekstil dan garmen dinilai menjadi garda terdepan dalam menghadapi risiko kebijakan tarif AS.
Dana yang akan disiapkan oleh BPI Danantara untuk membangun BUMN baru khusus sektor tekstil sebesar 6 miliar dolar AS. Dana tersebut diarahkan untuk pengadaan barang modal, penerapan teknologi baru, hingga peningkatan ekspor di sektor tekstil.
Berdasarkan hasil studi yang telah rampung, rencana itu bakal dilanjutkan dengan penyusunan peta jalan (roadmap) penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Peta jalan yang sudah disusun juga telah menargetkan peningkatan ekspor dari 4 miliar dolar AS menjadi 40 miliar dolar AS selama 10 tahun ke depan seiring potensi pertumbuhan permintaan tekstil, dan bagaimana pendalaman dari rantai nilai industri tersebut.
“Ini kita dorong karena industri ini menjadi high fashion, menjadi lifestyle, dan terus tumbuh,” kata Airlangga.
“Ini penting untuk membuka pasar karena Eropa tahun 2027 bea masuknya 0. Jadi, tempat untuk tumbuh itu besar,” imbuhnya.
Editor:
BETHRIQ KINDY ARRAZY
BETHRIQ KINDY ARRAZY

