EKBIS
BI Solo Perkuat Ekonomi Syariah Lewat UMKM
apakabar.co.id, SOLO - Bank Indonesia (BI) Solo mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Solo Raya melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Syekaten 2026 yang menjadi ruang bagi UMKM syariah untuk memperkenalkan dan mengembangkan produk mereka.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BI Solo memberikan ruang kepada pelaku UMKM syariah agar dapat meningkatkan kinerja sekaligus memperluas pasar.
“Secara besaran dulu, Syekaten ini adalah langkah yang dilakukan oleh Bank Indonesia, khususnya Bank Indonesia Solo untuk memberikan ruang bagi pelaku-pelaku UMKM syariah untuk bisa berkinerja lebih baik lagi,” ungkap Dwiyanto.
Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru. Terlebih, masih terdapat segmen-segmen ekonomi syariah yang belum banyak digarap oleh pelaku usaha.
Dwiyanto mencontohkan sektor produk halal, termasuk makanan, fesyen muslim, dan kebutuhan masyarakat di negara-negara muslim.
Menurut dia, saat ini sejumlah produk yang dikonsumsi masyarakat di negara-negara muslim justru banyak dipasok oleh negara-negara nonmuslim.
“Daging itu disuplai dari negara-negara nonmuslim. Baju-baju itu juga banyak mereka yang pasok. Sedangkan pada beberapa kesempatan kita bawa baju-baju seperti yang tadi dipamerkan, modest fashion. Pasarnya besar sekali di Timur Tengah,” ujarnya.
Karena itu, BI Solo mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pondok pesantren, perbankan, dan pelaku UMKM untuk mengembangkan ekonomi syariah secara lebih terintegrasi.
“Kalau kita bisa sama-sama berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dengan perguruan tinggi, dengan pondok pesantren, kita betul-betul garap ekonomi syariah ini dengan baik, insyaallah itu akan membantu pertumbuhan ekonomi baik di Solo Raya maupun nasional,” kata Dwiyanto.
Dalam kegiatan Syekaten, BI Solo juga mengajak pelaku UMKM syariah melakukan showcasing dengan menampilkan produk-produk unggulan mereka. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan produk UMKM kepada masyarakat.
Selain promosi produk, BI Solo juga memfasilitasi business matching untuk mempertemukan UMKM syariah dengan lembaga keuangan.
Melalui kegiatan itu, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh akses pembiayaan dari perbankan, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), maupun lembaga keuangan lainnya.
BI Solo juga memberikan dukungan terhadap penguatan jaminan produk halal melalui fasilitasi sertifikat halal dan sertifikat Juru Sembelih Halal (Juleha).
Dwiyanto menilai sertifikasi halal menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah, terlebih dengan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap produk yang terjamin kehalalannya.
Ia menyebut kondisi ekosistem halal di Solo Raya saat ini sudah cukup kuat. Hal tersebut ditopang oleh berbagai elemen, mulai dari BAZNAS, pondok pesantren, pelaku UMKM, hingga pengembangan berbagai usaha berbasis komunitas.
“Sudah sangat kuat. Kita punya BAZNAS yang kuat, kita punya pondok pesantren. Kita punya greenhouse cabai, melon, dan lain sebagainya. Ini adalah cikal bakal ekonomi umat yang dibangun mulai pondok pesantren,” ujarnya.
Meski demikian, Dwiyanto mengakui masih terdapat sejumlah ruang perbaikan dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Solo Raya. Salah satunya adalah optimalisasi peran masing-masing pihak agar dapat memberikan kontribusi secara maksimal.
Perguruan tinggi, misalnya, didorong untuk ikut menghadirkan inovasi produk syariah yang mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas. Sementara bagi UMKM kuliner, kemudahan dan percepatan proses sertifikasi halal menjadi salah satu hal yang perlu terus didorong.
“Bagaimana kita mempermudah UMKM-UMKM kuliner untuk memperoleh sertifikasi halal. Karena kalau metode konvensional itu agak lama. Kalau misalnya ada inovasi-inovasi, yuk kita percepat prosesnya, mereka bisa dapat sertifikat lebih baik lagi dan lebih cepat lagi,” kata Dwiyanto.
Menurutnya, penguatan sertifikasi halal juga penting untuk mendukung sektor pariwisata Solo. Dengan semakin banyaknya produk kuliner dan UMKM yang telah tersertifikasi halal, wisatawan muslim yang berkunjung ke Solo diharapkan dapat merasa lebih aman dan nyaman.
Dwiyanto menegaskan, potensi ekonomi syariah di Solo Raya perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Penguatan UMKM, akses pembiayaan, inovasi produk, serta sertifikasi halal dinilai menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Editor:
RAIKHUL AMAR
RAIKHUL AMAR

