SPORT

Menpora Tinjau Pelatnas NPC Delingan, Biaya Perawatan Disiapkan Lewat Hibah

Menpora Erick Thohir saat berkunjung ke Pusat Pelatihan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
Menpora Erick Thohir saat berkunjung ke Pusat Pelatihan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2). Foto: apakabar.co.id/Fernando Fitusia
apakabar.co.id, SOLO - Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan atlet disabilitas dengan menyiapkan skema hibah untuk biaya perawatan fasilitas Pusat Pelatihan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (14/2).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) NPC sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Para Games 2026 di Jepang serta target jangka panjang menuju Paralimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles.

Sesampainya di Pusat Pelatihan NPC di Delingan, Erick Thohir langsung disambut oleh Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun dan juga Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto. Om


Setelah itu, Erick langsung meninjau beberapa venue latihan untuk atlet para renang, para tenis meja, para badminton, dan venue latihan yang lain. Hingga berkunjung ke asrama para atlet. 

"Saya menyaksikan sendiri ini fasilitas yang luar biasa. Tadi saya dengar ini adalah yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara. Artinya, kerja keras NPC, para official, pelatih, atlet ini memang pemerintah membuktikan hadir. Pemerintah tentu tidak membedakan yang namanya dukungan fasilitas kepada seluruh kegiatan NPC," ungkapnya. 

Erick Thohir kemudian mengapresiasi prestasi yang telah dicapai oleh para atlet NPC pada ajang Asean Para Games 2025 yang telah berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand 21-26 Januari 2026 lalu. Dimana telah menggapai 135 emas. 

"Tentunya apresiasi ini tidak hanya ucapan terima kasih. Kita akan mendorong, mengharapkan segera nya ada keputusan. Supaya apresiasi yang diberikan dari pemerintah ini bisa mulai menjadi tabungan buat masa depan para atlet," terangnya. 

Erick mengatakan pemerintah juga akan melakukan pendampingan financial literasi kepada para atlet. Supaya bisa ditabung dan untuk hal-hal lain di masa depan. 

Kemudian terkait pengembangan fasilitas di pusat pelatihan tersebut. Erick mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Kementerian PU atas instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Tahap satu sudah berjalan baik. Nah, nanti tahap duanya kita sedang coba pikirkan bagaimana ini bisa diselesaikan ya supaya tadi fasilitas ini terlengkapi," jelasnya.

Erick kemudian menekankan pentingnya mekanisme administrasi yang fleksibel untuk mendukung perawatan fasilitas.

Menurutnya, banyak fasilitas olahraga yang dibangun pemerintah memiliki kualitas baik, namun kurang optimal dalam perawatan.

“Perlu ada terobosan dalam mekanisme administrasi. Jangan sampai ada kerja sama dengan swasta untuk perawatan, tetapi pendanaannya terkunci dan tidak bisa digunakan untuk maintenance. Fleksibilitas harus kita dorong agar fasilitas yang dibangun pemerintah pusat dan daerah tetap terawat,” tegasnya.


Ke depan, Kemenpora juga berencana membangun sistem perawatan berbasis hibah agar fasilitas terbaik dan pertama di Asia Tenggara ini dapat terus terjaga kualitasnya.

"Nanti insyaallah Kemenpora akan bantu juga untuk biaya perawatan dengan sistem hibah nanti ya," tandasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pembinaan atlet paralimpiade.

“Intinya kita bangga. Inilah sumbangsih negara untuk NPC. Mudah-mudahan ke depan semakin maju,” ungkap Senny.