NEWS
Basarnas Pastikan Black Box Pesawat ATR IAT Diserahkan ke KNKT
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii akan menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) kepada KNKT.
apakabar.co.id, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memastikan akan segera menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT itu mengalami kecelakaan di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Syafii menegaskan, penyerahan black box merupakan langkah krusial dalam proses pengungkapan penyebab kecelakaan pesawat. Menurutnya, KNKT adalah lembaga yang memiliki kewenangan penuh untuk melakukan investigasi secara menyeluruh dan profesional.
“Black box ini akan kami serahkan kepada KNKT sebagai otoritas yang berwenang melakukan investigasi,” ujar Syafii di Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Kamis (22/1).
Data yang tersimpan di dalam black box menjadi kunci utama untuk merekonstruksi peristiwa sebelum kecelakaan terjadi.
"Data itu sangat penting untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh," terangnya.
Dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang memasuki hari kelima, tim SAR gabungan berhasil menemukan 2 (dua) unit black box pada Rabu (21/1). Penemuan dilakukan saat penyisiran di bagian badan dan ekor pesawat.
"Proses ini tidak mudah karena tim harus menghadapi medan pegunungan yang terjal serta kondisi cuaca yang kerap berubah secara ekstrem," kata Syafii.
Dua perangkat yang ditemukan tersebut adalah Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). FDR berfungsi merekam data penerbangan, seperti kecepatan, ketinggian, dan kondisi mesin. Sementara itu, CVR merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat dan suara lain yang relevan.
Kedua perangkat itu dibawa langsung dari lokasi operasi oleh Pangdam XIV/Hasanuddin sebagai bagian dari koordinasi lintas unsur dalam mendukung kelancaran operasi SAR.
Syafii menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian. Ia menilai keberhasilan menemukan black box di tengah keterbatasan dan tantangan lapangan menunjukkan dedikasi serta profesionalisme para personel.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim SAR di lapangan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme hingga berhasil menemukan black box pesawat,” kata Syafii.
Ia menambahkan, setelah berada di tangan Basarnas, black box tersebut akan segera diserahkan kepada KNKT agar proses analisis dan investigasi dapat dilakukan secepat mungkin. Penyerahan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian penanganan kecelakaan pesawat, sekaligus mencerminkan sinergi antarinstansi dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Sejauh ini, tim SAR telah menemukan dan mengevakuasi dua korban yang telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Kedua korban tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, serta Deden Maulana, aparatur sipil negara di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Jenazah keduanya telah diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, potongan tubuh korban ketiga masih dalam proses identifikasi.
Pesawat ATR 42-500 tersebut diketahui membawa 10 orang dengan rute penerbangan Yogyakarta–Makassar. Saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, pesawat dilaporkan hilang kontak dan kemudian diketahui menabrak Gunung Bulusaraung pada Sabtu (17/1) siang.
Dugaan awal menyebutkan pesawat mengalami masalah mesin menjelang pendaratan, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil investigasi KNKT.
Editor:
JEKSON SIMANJUNTAK
JEKSON SIMANJUNTAK