ADVERTORIAL
87 Desa di Tapin Sukses Hasilkan PADes
apakabar.co.id, TAPIN - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 87 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah aktif beroperasi dan menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Kepala Dinas PMD Tapin Rahmadi mengatakan seluruh desa yang berjumlah 126 desa saat ini telah memiliki BUMDes, meskipun tidak semuanya berjalan optimal.
“Dari 126 desa semuanya sudah memiliki BUMDes, bahkan ada yang tergabung dalam BUMDes Bersama, namun memang belum seluruhnya berjalan maksimal,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Rahmadi menjelaskan hasil pendataan dan evaluasi menunjukkan sebanyak 87 BUMDes sudah aktif dan memberikan kontribusi terhadap PADes, sementara sekitar 40 desa lainnya masih dalam tahap pengembangan usaha.
Ia menyebutkan, besaran PADes yang dihasilkan BUMDes bervariasi, tergantung jenis usaha dan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing desa.
“Pendapatan asli desa yang dihasilkan berbeda-beda, ada yang cukup besar dan ada yang masih kecil, tetapi yang jelas mereka aktif dan menghasilkan,” kata Rahmadi.
Ia menambahkan, unit usaha BUMDes di Kabupaten Tapin cukup beragam, mulai dari usaha sewa-menyewa, pengelolaan barang bekas seperti besi bekerja sama dengan perusahaan, hingga sektor peternakan dan ritel desa.
Selain itu, ucap Rahmadi, beberapa BUMDes juga mengelola usaha penjualan bahan bakar minyak melalui Pertashop sebagai upaya memanfaatkan peluang ekonomi di wilayah pedesaan.
Ia mengatakan pengembangan BUMDes juga berkaitan dengan kebijakan penggunaan dana desa, di mana sebesar 20 persen dialokasikan untuk program ketahanan pangan yang dapat dikelola melalui BUMDes.
“Misalnya dana desa Rp500 juta, maka sekitar Rp100 juta dialokasikan untuk ketahanan pangan dan bisa dikelola melalui BUMDes sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Rahmadi berharap, ke depan seluruh BUMDes di Kabupaten Tapin dapat beroperasi lebih optimal, profesional, dan transparan sehingga mampu meningkatkan PADes sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Editor:
TIM ADVERTORIAL
TIM ADVERTORIAL