NEWS

Bahlil Ungkap Dugaan Sabotase di RDMP Kilang Balikpapan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers saat meninjau proyek RDMP Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1). Foto: esdm.go.id
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers saat meninjau proyek RDMP Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1). Foto: esdm.go.id
apakabar.co.id, JAKARTA - Rampungnya proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan ternyata menyimpan kisah penuh ketegangan. Di balik peresmian mega proyek energi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap adanya dugaan sabotase yang nyaris menggagalkan agenda besar kemandirian energi Indonesia. 

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian RDMP Kilang Balikpapan, Senin (12/1), Bahlil secara terbuka menyebut proyek bernilai ratusan triliun rupiah itu sarat dengan “drama” sejak awal pengerjaannya.

“Proyek RDMP ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Saya harus jujur katakan, banyak dramanya,” kata Bahlil.

Salah satu drama terbesar, kata Bahlil, adalah insiden kebakaran yang sempat terjadi di area kilang dan menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek yang sejatinya ditargetkan rampung pada 2024. 

Namun, hasil investigasi internal pemerintah memunculkan indikasi bahwa kebakaran tersebut bukan sekadar kecelakaan teknis.

“Kami minta dilakukan investigasi. Ternyata ada udang di balik batu. Ada pihak-pihak yang tidak rela kalau Indonesia punya cadangan dan swasembada energi. Maunya impor terus,” ujarnya.


Bahlil tidak merinci siapa pihak yang dimaksud, namun menegaskan bahwa insiden tersebut mencerminkan kuatnya kepentingan yang berseberangan dengan agenda kemandirian energi nasional.

Meski menghadapi tekanan dan hambatan serius, pemerintah memastikan proyek strategis tersebut tetap berjalan. RDMP Kilang Balikpapan kini resmi beroperasi setelah menelan investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun.

Melalui proyek ini, kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) meningkat signifikan, dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari dengan standar kualitas Euro V. Indeks Kompleksitas Kilang juga melonjak dari 3,7 menjadi 8, sementara nilai produk naik dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen.

Bahlil menegaskan RDMP Balikpapan merupakan salah satu pilar utama program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG.


“Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, ketergantungan impor BBM dan LPG bisa ditekan. Kita juga menghasilkan produk berkualitas Euro V yang lebih ramah lingkungan,” kata Bahlil.

Peresmian RDMP Kilang Balikpapan menandai bukan hanya selesainya sebuah megaproyek energi, tetapi juga berakhirnya pertarungan panjang antara kepentingan kemandirian nasional dan tekanan ekonomi-politik yang ingin mempertahankan ketergantungan impor.