NEWS

Gempa Dangkal M2,6 Guncang Balangan

Gempa kembali mengguncang Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Foto: BMKG/Twitter
Gempa kembali mengguncang Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Foto: BMKG/Twitter
apakabar.co.id, PARINGIN - Gempa bumi dangkal kembali mengguncang wilayah Kalimantan Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 2,6 terjadi di Kabupaten Balangan, Sabtu (3/1) siang.

Berdasarkan informasi awal BMKG, gempa terjadi pada pukul 11.36 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 2,19 Lintang Selatan dan 115,46 Bujur Timur, atau sekitar 22 kilometer barat laut Balangan. Gempa tercatat pada kedalaman 29 kilometer.

BMKG menyebutkan informasi tersebut masih bersifat sementara dan mengutamakan kecepatan, sehingga data dapat berubah seiring kelengkapan pengolahan.


Sebelumnya, BMKG juga melaporkan gempa bumi dangkal mengguncang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Balangan pada Senin, 20 Oktober silam. Gempa dangkal bermagnitudo 2,7 tercatat mengguncang Kabupaten Balangan dengan pusat gempa berada di koordinat 2,15 LS dan 115,54 BT. 

Gempa ini, ketika itu, berada pada jarak 0,34 kilometer timur Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, dengan kedalaman sekitar 30 kilometer.

BMKG memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan kerusakan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melaporkan kepada petugas terkait apabila merasakan getaran atau menemukan kerusakan akibat gempa.

Banjir Meluas 


Banjir di Kabupaten Banjar terus meluas dan berdampak signifikan terhadap kehidupan warga. Data sementara BPBD Kalimantan Selatan mencatat hingga Kamis (1/1/2026), genangan air melumpuhkan aktivitas di 10 kecamatan yang mencakup 124 desa. 

Sebanyak 91.580 jiwa dari 34.138 kepala keluarga terdampak, dengan 22.867 rumah terendam dan 6.770 di antaranya tidak layak huni sementara. Banjir juga memaksa 4.163 warga mengungsi, terutama di wilayah Martapura dan Murung Kenanga, serta meningkatkan risiko bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak.