NEWS

Kemlu RI Pastikan WNI di Venezuela Aman di Tengah Serangan AS

Kemlu RI memastikan seluruh WNI yang berada di Venezuela dalam kondisi aman, meski negara Amerika Selatan itu tengah mengalami serangan militer oleh Amerika Serikat (AS).
Asap mengepul dari ledakan di dekat Benteng Tiuna, zona militer saat pemadaman listrik total karena meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Amerika Serikat dan Venezuela di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Foto: ANTARA
Asap mengepul dari ledakan di dekat Benteng Tiuna, zona militer saat pemadaman listrik total karena meningkatnya ketegangan antara pemerintahan Amerika Serikat dan Venezuela di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman, meski negara Amerika Selatan itu tengah diserang secara militer oleh Amerika Serikat (AS). 

Kepastian ini disampaikan Kemlu menyusul meningkatnya ketegangan dan situasi keamanan di Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (3/1), Kemlu menegaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas terus memantau secara intensif perkembangan situasi serta kondisi WNI yang tinggal di Venezuela. 

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada laporan WNI yang menjadi korban atau terdampak langsung dari serangan tersebut.

“Saat ini, seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” demikian pernyataan Kemlu yang disampaikan melalui platform X. Kemlu menegaskan keselamatan WNI menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu.

Selain KBRI Caracas, Kemlu juga memastikan seluruh perwakilan RI di kawasan Amerika Selatan turut aktif melakukan pemantauan. Koordinasi antarperwakilan terus diperkuat untuk memastikan arus informasi berjalan cepat dan akurat, terutama jika terjadi perubahan situasi keamanan yang signifikan di Venezuela.

Kemlu juga mengimbau seluruh WNI di Venezuela agar tetap tenang dan tidak panik. Meski dinyatakan aman, WNI diminta meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, serta selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. 

Komunikasi dengan KBRI Caracas juga diharapkan terus terjalin dengan baik agar bantuan dapat segera diberikan apabila diperlukan.

Sementara itu, situasi di Venezuela dilaporkan mencekam. Media setempat menyebutkan rakyat Venezuela dikejutkan oleh sejumlah ledakan dahsyat yang terjadi di beberapa wilayah pada Sabtu (3/1) dini hari. Ledakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Venezuela dan AS.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal membubung di beberapa titik di ibu kota Caracas. Dalam video tersebut juga terdengar suara sirene serangan udara yang menambah kepanikan warga. 

Hingga kini, otoritas setempat masih terus melakukan penilaian dampak serangan dan kondisi keamanan di berbagai wilayah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membenarkan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela. Trump bahkan mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah berhasil ditangkap dalam operasi tersebut. 

Klaim itu langsung menarik perhatian dunia internasional dan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Amerika Latin.

Di tengah situasi tersebut, Kemlu menegaskan akan terus memantau perkembangan secara dekat dan siap mengambil langkah-langkah lanjutan jika diperlukan, termasuk opsi perlindungan tambahan bagi WNI. Pemerintah Indonesia juga mengingatkan agar WNI di luar negeri selalu memperbarui data diri dan mengikuti arahan resmi dari perwakilan RI setempat.

Dengan pemantauan yang berkelanjutan dan koordinasi yang intensif, pemerintah berharap seluruh WNI di Venezuela berada dalam kondisi aman dan terlindungi, meskipun situasi keamanan di negara tersebut masih berkembang.