SPORT

Perbasi Saring Talenta Terbaik U-18 untuk Kualifikasi Piala Asia 2026

Perbasi gelar seleknas yang digelar di Hoops Ancol, Jakarta Utara, pada 26–28 Februari 2026. Foto: Perbasi
Perbasi gelar seleknas yang digelar di Hoops Ancol, Jakarta Utara, pada 26–28 Februari 2026. Foto: Perbasi
apakabar.co.id, JAKARTA – DPP Perbasi resmi memulai langkah pembentukan Tim Nasional Bola Basket U18 putra dan putri melalui seleksi nasional (seleknas) yang digelar di Hoops Ancol, Jakarta Utara, pada 26–28 Februari 2026. Sebanyak 181 pemain muda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam proses penjaringan awal ini.

Seleknas ini menjadi pintu awal bagi para pebasket muda untuk memperkuat Merah Putih di dua agenda penting kawasan Asia Tenggara. Timnas U-18 Putri dijadwalkan tampil pada FIBA U-18 Women’s Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 yang akan berlangsung di Filipina pada Mei mendatang. Sementara itu, Timnas U-18 Putra akan berlaga di FIBA U18 Asia Cup SEAB Qualifiers 2026 di Thailand pada Juni 2026.

Dua turnamen tersebut menjadi ajang krusial karena menentukan langkah Indonesia menuju putaran utama FIBA U-18 Asia Cup 2026.


Dari total 181 pemain yang dipanggil, terdiri atas 76 pemain putri dan 105 pemain putra. Mereka merupakan hasil pemantauan Badan Tim Nasional (BTN) Perbasi dari berbagai kejuaraan nasional, ditambah rekomendasi DPD Perbasi dari seluruh Indonesia.

Pimpro Timnas Basket U-18 Putra dan Putri, Fictor Roring, menjelaskan bahwa seleknas ini akan dilakukan secara bertahap dan ketat.

“Kami mulai seleksi untuk memilih pemain yang akan memperkuat Indonesia di dua ajang tersebut. Dari jumlah ini, akan kami saring menjadi 40 pemain, lalu menjadi 20 pemain terbaik yang nantinya dipanggil mengikuti training camp pada Mei,” ujar Fictor.

Pelatih yang akrab disapa Coach Ito itu menegaskan bahwa seleksi tahap pertama ini difokuskan kepada pemain yang berkompetisi di dalam negeri. Sementara pada tahap kedua, Perbasi akan membuka kesempatan bagi pemain Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri maupun pemain heritage yang memiliki paspor Indonesia.

“Kami ingin menjaring seluruh potensi pemain Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Untuk tahap kedua, pemain yang berada di luar negeri akan kami seleksi secara terpisah. Waktunya akan diumumkan kemudian,” tambahnya.

Dalam proses seleksi, kriteria yang dibutuhkan cukup jelas: kualitas terbaik untuk kepentingan tim nasional. “Yang pasti kami mencari pemain terbaik. Kalau mau simpel, yang jago, kuat, besar, dan cepat. Semua demi kepentingan Indonesia,” tegasnya.

Secara historis, Timnas U-18 Putra Indonesia menunjukkan tren positif. Pada FIBA U-18 Asia Cup SEABA Qualifiers 2024 di Malaysia, Indonesia sukses menjadi runner-up dan memastikan tiket ke FIBA U-18 Asia Cup 2024 di Yordania di bawah arahan pelatih Andrie Ekayana.

Sementara itu, Timnas U-18 Putri pada edisi sebelumnya mencatat satu kemenangan dan dua kekalahan di fase grup sebelum melanjutkan perjuangan di FIBA U-18 Women’s Asia Cup 2024 Division A di China.

Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, mengapresiasi semangat para pemain muda yang mengikuti seleknas. Ia menilai proses ini bukan sekadar seleksi, tetapi juga bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk menjaga daya saing Indonesia di level Asia.


“Berjuang untuk Merah Putih adalah panggilan setiap warga negara Indonesia. Kami mengapresiasi semangat para pemain muda yang bersaing secara fair untuk menjadi bagian dari Timnas Basket U-18. Melalui seleknas ini, kami ingin memastikan talenta Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara Asia dan Asia Tenggara,” ujar Nirmala.

Dengan sistem seleksi berlapis dan keterbukaan terhadap pemain diaspora, Perbasi menunjukkan keseriusan membangun fondasi kuat bagi generasi muda basket Indonesia. 

Seleknas di Ancol ini menjadi langkah awal menuju panggung Asia 2026, sekaligus ajang pembuktian bagi para talenta muda untuk membawa Merah Putih berbicara lebih banyak di level internasional.