SPORT

Polytron Indonesia Open 2026 Usung Inovasi Teknologi dan Tiket Lebih Terjangkau

Sejumlah perwakilan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, sponsor, dan atlet nasional berfoto bersama dalam peluncuran resmi Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto: Polytron Indonesia Open 2026
Sejumlah perwakilan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, sponsor, dan atlet nasional berfoto bersama dalam peluncuran resmi Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Foto: Polytron Indonesia Open 2026
apakabar.co.id, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026, siap kembali digelar dengan kemasan berbeda yang rencananya berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, pada 2–7 Juni mendatang. 

Ajang level BWF World Tour Super 1000 in juga dipastikan menghadirkan deretan pemain elite dunia yang akan bersaing memperebutkan gelar sekaligus poin penting peringkat internasional. 

Sebagai sponsor utama, Polytron menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung perkembangan bulutangkis nasional melalui pendekatan baru berbasis inovasi teknologi dan keberlanjutan. 

Dukungan tersebut menjadi bagian dari perayaan perjalanan 50 tahun Polytron sebagai brand asli Indonesia yang terus berkembang di tengah persaingan global.


Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam Indonesia Open bukan sekadar sponsorship, tetapi kontribusi nyata terhadap ekosistem olahraga nasional.

Menurutnya, Indonesia Open dan Polytron memiliki kesamaan identitas sebagai kebanggaan bangsa yang tumbuh dari Indonesia dan mampu bersaing di panggung internasional. 

Melalui semangat Pride of the Nation, Polytron menghadirkan inovasi teknologi keberlanjutan dalam penyelenggaraan turnamen, termasuk menghadirkan Polytron G3+ sebagai kendaraan listrik resmi mobilisasi atlet selama turnamen berlangsung.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia Open tidak hanya sebagai ajang kompetisi kelas dunia, tetapi juga sebagai simbol transformasi olahraga menuju event yang modern dan berorientasi masa depan.

Sekretaris Jenderal PBSI, Ricky Soebagdja, menilai Indonesia Open memiliki arti strategis dalam kalender bulutangkis dunia sekaligus momentum penting bagi atlet nasional untuk tampil maksimal di hadapan publik sendiri.

Menurutnya, tampil sebagai tuan rumah memberikan keuntungan tersendiri bagi pemain Indonesia, terutama dalam fase pembinaan pemain muda yang saat ini tengah dipercepat melalui program pelatnas.

“Indonesia Open 2026 merupakan salah satu turnamen paling prestisius di kalender BWF. Bagi Indonesia, ini bukan hanya soal menjadi tuan rumah, tetapi juga kesempatan besar bagi para atlet untuk meraih prestasi di hadapan publik sendiri,” kata Ricky.

Indonesia Open 2026 juga menjadi panggung pembuktian bagi generasi baru pelatnas yang tengah dipersiapkan menuju level elite dunia.

Sejumlah nama dipastikan memperkuat skuad Merah Putih, antara lain Jonatan Christie, Alwi Farhan, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Putri Kusuma Wardani, Febi Setianingrum / Rachel Allessya Rose, Jafar Hidayatullah / Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Nikolaus Joaquin / Raymond Indra. 

Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan kejutan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

PBSI sendiri menargetkan hasil maksimal pada turnamen ini, terlebih dukungan penuh publik Istora selama ini dikenal mampu menjadi energi tambahan bagi para pemain tuan rumah.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto, memastikan penyelenggaraan tahun ini akan menghadirkan pengalaman berbeda dibanding edisi sebelumnya.

Panitia menyiapkan konsep turnamen berbasis teknologi yang terintegrasi, mulai dari area interaktif bagi pengunjung, aktivitas hiburan di luar lapangan, hingga berbagai fasilitas modern yang dirancang meningkatkan pengalaman menonton secara langsung.


“Kami juga mengumumkan bahwa penjualan tiket akan dibuat lebih affordable agar semakin banyak badminton lovers yang bisa datang langsung ke Istora GBK dan merasakan atmosfer turnamen kelas dunia. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendekatkan olahraga bulutangkis kepada masyarakat,” ucap Achmad Budiarto.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Indonesia Open sebagai pesta rakyat bulutangkis, yang tidak hanya menyajikan pertandingan berkualitas tinggi, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi antara olahraga, teknologi, dan hiburan bagi masyarakat luas.

Dengan kombinasi kehadiran pemain elite dunia, dukungan teknologi keberlanjutan, serta atmosfer khas Istora yang legendaris, Polytron Indonesia Open 2026 dipastikan kembali menjadi salah satu turnamen paling dinantikan dalam kalender bulutangkis internasional tahun ini.