NEWS

Prabowo Ingin Tekan Kemiskinan 2027 Jadi 6,0-6,5 Persen

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: ANTARA
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada di kisaran 6,0 persen sampai dengan 6,5 persen pada 2027. Sebelumnya ia menargetkan 6,5 hinga 7,5 persen.

Tak hanya itu, Prabowo juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan dapat turun di kisaran 4,30-4,87 persen di 2027, dari sebelumnya 4,44-4,96 persen pada 2026.

"Lebih lanjut rasio gini kita targetkan harus semakin membaik pada rentang 0,362 hingga 0367 dari target sebelumnya 0,377 hingga 0,380. Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," kata Prabowo.
Hal itu diungkapkannya saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).

Rasio gini sendiri adalah statistik yang digunakan untuk mengukur ketimpangan distribusi pendapatan di populasi masyarakat.

Prabowo juga menyoroti bahwa pemerintah ingin meningkatkan Indeks Modal Manusia mencapai 0,575 pada 2027 dibandingkan 0,57 pada tahun 2026 melalui berbagai program prioritas yang tengah dilakukan pemerintah. Turut ditargetkan pula Indeks Kesejahteraan Petani dapat meningkat mencapai 0,8038 pada 2027 dari 0,7731 di tahun 2026.

"Nilai tukar petani atau NTP yang sekarang sudah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126 harus kita perjuangkan untuk bisa kita tingkatkan lagi," ujarnya.
Proporsi penciptaan lapangan kerja formal juga terus berupaya ditingkatkan dengan pada tahun depan ditargetkan dapat mencapai 40,81 persen dibandingkan 35,00 persen pada tahun 2026.

Target itu akan dicapai dengan serangkaian langkah kerangka ekonomi dan kebijakan fiskal dengan pemerintah dengan pemerintah menargetkan optimalisasi pendapatan negara pada 2027 yang ditargetkan mencapai 11,82 sampai dengan 12,40 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, belanja negara juga terus didorong agar lebih efisien dan produktif dengan proyeksi pada 2027 mencapai 13,62 sampai dengan 14,80 persen dari PDB dan defisit pembiayaan pada tahun depan dapat ditekan di kisaran 1,80 sampai dengan 2,40 persen dari PDB.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 dapat mencapai 5,8-6,5 persen dan tingkat inflasi berada di 1,5-3,5 persen.