OTOTEKNO

Suzuki Indonesia Perkuat Ekosistem Industri untuk Dorong Basis Ekspor Global

Suzuki Indonesia Perkuat Ekosistem Industri untuk Dorong Basis Ekspor Global. Foto: apakabar.co.id/DF
Suzuki Indonesia Perkuat Ekosistem Industri untuk Dorong Basis Ekspor Global. Foto: apakabar.co.id/DF
apakabar, JAKARTA - Suzuki Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri sebagai fondasi utama untuk memenuhi kebutuhan ekspor kendaraan.

Demi menjaga stabilitas pasokan, Suzuki mengoperasikan fasilitas produksi dengan sistem dan teknologi modern yang terintegrasi.

Saat ini, manufaktur mobil penumpang dipusatkan di Plant Cikarang, sementara produksi mobil niaga berjalan di Plant Tambun 2.

Adapun produksi sepeda motor dilakukan di Plant Tambun 1. Ketiga fasilitas tersebut berada di kawasan Bekasi, Jawa Barat, dan berperan penting sebagai basis utama produksi Suzuki di Indonesia.

Sejak awal kehadirannya, Suzuki telah menanamkan investasi lebih dari Rp 22 triliun di Indonesia untuk membangun infrastruktur industri yang kuat.

Fasilitas produksi Suzuki kini mencakup proses lengkap: pressing, welding, painting, assembling, hingga final inspection — tanpa tergantung sepenuhnya pada pihak luar.

Pada saat bersamaan, Suzuki juga membuat mesin, transmisi, dan kursi sendiri melalui fasilitas powertrain dan seat manufacturing.

Kekuatan rantai pasok Suzuki di Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Mereka bermitra dengan lebih dari 800 pemasok lokal, di mana 55 persen di antaranya adalah investor domestik dan 32 persen berasal dari UMKM.

Struktur ini menunjukkan bahwa Suzuki tidak hanya mengandalkan pemasok internasional, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap ekosistem bisnis lokal.

Dalam menghadirkan model baru seperti Suzuki Fronx, Suzuki tidak main-main dengan teknologi.

Produksi Fronx dibantu robot industri modern, sementara uji kualitas melibatkan Advanced Driving Assistance System (ADAS) dan 3D scanning untuk memastikan bodi mobil presisi dan konsisten sesuai standar global.

Selain itu, Suzuki Indonesia telah meraih status Authorized Economic Operator (AEO) dari Bea Cukai.

Sertifikasi ini menegaskan bahwa Suzuki adalah perusahaan yang taat regulasi ekspor-impor, serta efisien dalam mengelola rantai logistik global.

Minoru Amano, Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor & Suzuki Indomobil Sales memaparkan, setiap unit yang kami kirimkan ke pasar mancanegara adalah representasi kompetensi industri serta kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia.

Menurutnya, ekspor ini tidak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tetapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal, sumber daya manusia, hingga perekonomian nasional.

“Kami akan terus memperkuat sekaligus mengamankan posisi sentral Indonesia di panggung otomotif dunia,” kata Amano di Cikarang, Selasa (18/11).

Dengan ekosistem industri yang semakin matang, investasi besar, dan dukungan lokal yang kuat, Suzuki Indonesia semakin siap menjadi basis produksi ekspor strategis — bukan hanya untuk Asia Tenggara, tetapi juga pasar global.