NEWS

Taufik Dwicahyono Pimpin Salat Jenazah Try Sutrisno di Masjid Sunda Kelapa

Sejak pagi, kabar wafatnya Try Sutrisno telah menyebar luas. Ia meninggal dunia di RSPAD sekitar pukul 07.00 WIB yang disampaikan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Wapres ke-6 Try Sutrisno usai mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 043 Jalan Purwakarta Nomor 2A RT08/RW 05, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2024). Foto: ANTARA
Wapres ke-6 Try Sutrisno usai mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 043 Jalan Purwakarta Nomor 2A RT08/RW 05, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2024). Foto: ANTARA
apakabar.co.id, JAKARTA - Suasana haru menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (2/3) siang. Putra kedua almarhum, Taufik Dwicahyono, berdiri di saf paling depan sebagai imam dalam salat jenazah sang ayah, Try Sutrisno.

Prosesi berlangsung sekitar pukul 12.25 WIB dengan khusyuk dan penuh doa.

Salat jenazah diikuti sejumlah tokoh negara, pejabat publik, serta masyarakat yang datang dari berbagai wilayah. Masjid dipenuhi pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut. 

Banyak di antara mereka tampak menundukkan kepala, larut dalam doa dan kenangan atas pengabdian almarhum.

Sejak pagi, kabar wafatnya Try Sutrisno telah menyebar luas. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) sekitar pukul 07.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan melalui pesan atas nama keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
 
Kabar duka itu kemudian dibenarkan oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara serta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Sebelum dibawa ke masjid, jenazah terlebih dahulu dimandikan di RSPAD. Setelah itu, almarhum disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. 

Sejak pagi, rumah duka telah dipadati pelayat yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Di Masjid Sunda Kelapa, suasana berlangsung tertib. Saf-saf salat terisi penuh. Para pelayat mengikuti setiap takbir dengan tenang. 

Taufik Dwicahyono, yang memimpin langsung saat jenazah ayahnya, terlihat tegar. Dalam momen tersebut, ia memimpin doa untuk almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Sejumlah tokoh tampak hadir berbincang singkat dengan keluarga usai salat. Mereka menyampaikan ungkapan duka serta mengenang peran Try Sutrisno selama mengemban berbagai jabatan negara. 

Sebagai mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno dikenal luas memiliki latar belakang militer dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan.

Setelah prosesi salat jenazah selesai, jenazah dijadwalkan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan. Pemakaman di taman makam pahlawan menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak pihak yang mengenalnya. Bagi sebagian masyarakat, sosoknya identik dengan disiplin dan pengabdian dalam dunia militer maupun pemerintahan.

Hingga siang hari, arus pelayat masih terus berdatangan, baik ke masjid maupun ke rumah duka. Doa-doa terus dipanjatkan, mengiringi perjalanan terakhir sang mantan Wakil Presiden menuju peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata.

Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama, dengan pengawalan dan penghormatan militer.